Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo saat sambutan peresmian Pusat Studi Kepolisian di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Lemdiklat Polri. (suaraharianpagi.id/red)
Jakarta – suaraharianpagi.id
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ilmu kepolisian yang berbasis riset dan data di tengah tantangan era digital serta dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran dua karya literatur dalam peresmian Pusat Studi Kepolisian di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Lemdiklat Polri, Selasa (10/3).
Salah satu buku yang diluncurkan merupakan karya ke-39 Wakapolri berjudul “Rekrutmen, Meritokrasi, dan Teknologi”. Selain itu, Wakapolri bersama sejumlah tokoh dan akademisi kepolisian juga menerbitkan buku “Prosiding Pusat Studi Kepolisian”.
Buku prosiding tersebut ditulis bersama sejumlah akademisi kepolisian terkemuka, di antaranya Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, Irjen Pol. Dr. Achmad Kartiko, serta Komjen Pol. (Purn) Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel.
Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan bahwa kedua buku tersebut merupakan bukti bahwa hasil penelitian akademik dapat menjadi landasan dalam pengambilan kebijakan kepolisian yang lebih akurat dan berbasis data.
“Kedua buku ini membuktikan bahwa hasil penelitian akademik dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan kepolisian yang akurat dan berbasis data, sehingga memastikan setiap langkah Polri dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Buku “Rekrutmen, Meritokrasi, dan Teknologi” memuat refleksi perjalanan kedinasan sekaligus menawarkan gagasan strategis mengenai pengelolaan sumber daya manusia (SDM) Polri yang lebih modern. Buku ini menyoroti pentingnya penerapan sistem meritokrasi, transparansi, serta pemanfaatan teknologi dalam proses rekrutmen dan pengembangan personel.
Melalui pendekatan ilmiah dan pemanfaatan teknologi modern, buku tersebut juga mengusung visi pembentukan personel Polri yang profesional, berintegritas, serta adaptif terhadap perkembangan zaman, sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Salah satu gagasan penting dalam buku itu adalah optimalisasi ekosistem digital melalui program “Satu Data SDM”, yang diharapkan mampu menghadirkan sistem pengelolaan sumber daya manusia Polri yang lebih transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh seluruh personel.
Sementara itu, buku “Prosiding Pusat Studi Kepolisian” berfungsi sebagai sarana pengenalan dan pengembangan ilmu kepolisian modern agar tidak lagi bersifat eksklusif di lingkungan internal Polri.
Melalui buku tersebut, ilmu kepolisian diharapkan dapat berkembang sebagai disiplin ilmu yang terbuka, dapat dipelajari secara luas, serta diakui secara nasional maupun internasional.
Selain itu, buku prosiding tersebut juga memuat berbagai gagasan strategis mengenai pengembangan Pusat Studi Kepolisian sebagai wadah penelitian, pengkajian, dan pengembangan ilmu kepolisian yang berkelanjutan, sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap dinamika dan perkembangan institusi kepolisian di masa depan. *red
