Semburan lumpur Lapindo yang menggunung di wilayah Sidoarjo.(Suaraharianpagi.id/red)
Sidoarjo – Suaraharianpagi.id
Dua dekade setelah tragedi Lumpur Lapindo menenggelamkan rumah, sawah, dan desa-desa di Porong, Kabupaten Sidoarjo, kini kawasan itu kembali menyita perhatian dunia.
Bukan karena semburan lumpurnya yang tak kunjung berhenti, tetapi karena temuan terbaru dari Badan Geologi dan Kementerian ESDM yang mengungkap fakta mengejutkan: lumpur tersebut mengandung mineral super langka seperti Rare Earth Elements (REE) dan lithium dalam jumlah signifikan.
Mineral-mineral ini merupakan komponen vital dalam industri teknologi global. REE digunakan untuk pembuatan chip, radar militer, satelit, magnet superkuat, hingga baterai kendaraan listrik.
Sementara lithium adalah bahan utama dalam produksi baterai kendaraan listrik dan penyimpanan energi. Selama ini, kedua material strategis tersebut sulit ditemukan dan pasokannya dikuasai negara-negara besar seperti China, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.
Menurut hasil analisis laboratorium, semburan lumpur Lapindo membawa material dari lapisan bumi yang sangat dalam lapisan yang umumnya menjadi “rumah” bagi mineral bernilai tinggi.
Kandungan REE yang ditemukan disebut-sebut cukup potensial untuk memenuhi sebagian kebutuhan industri teknologi nasional apabila diekstraksi dengan metode yang aman dan efisien.
Penemuan ini sontak mengubah perspektif terhadap Lapindo. Dari yang selama ini dikenal sebagai salah satu bencana ekologis terbesar di Indonesia, kini kawasan tersebut mulai dilirik sebagai sumber daya mineral strategis masa depan.
Jika pengelolaannya dilakukan secara hati-hati dan tidak memperburuk kondisi lingkungan, Lapindo berpeluang menjadi “tambang tak kasat mata” yang menopang kebutuhan industri semikonduktor, baterai kendaraan listrik, hingga teknologi pertahanan.
Dunia kini kembali menatap Sidoarjo. Bukan lagi semata mengenang tragedi, tetapi melihat potensi harta karun mineral yang bisa mengubah peta ekonomi global dan menempatkan Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok mineral strategis dunia.*red
