Masyarakat yang memblokir kantor dinas dukcapil Wamena.(Suaraharianpagi.id/Syarifuddin)
Wamena – Suaraharianpagi.id
Ratusan warga memblokir Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jayawijaya di Wamena, Papua Pegunungan, Kamis (27/2/2026). Aksi tersebut dipicu kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan administrasi kependudukan yang dinilai tidak maksimal.
Sejak pukul 06.00 WIT, warga sudah memadati halaman kantor untuk mengurus berbagai keperluan administrasi seperti perekaman dan perbaikan data kependudukan.
Namun, mereka mengaku diminta pulang lantaran nomor antrean telah habis. Sementara itu, menurut warga, petugas baru mulai memberikan pelayanan sekitar pukul 08.30 WIT.
Kondisi itu memicu kemarahan warga hingga berujung aksi pemblokiran kantor. Mereka menuntut penjelasan langsung dari pimpinan instansi tersebut.
“Kami ingin ketemu kepala dinas, sekretaris, dan kepala bidang, tapi semua tidak ada. Aspirasi ini mau disampaikan ke siapa?” ujar Wempi Asso, salah satu warga yang ikut dalam aksi.
Wempi juga menuding adanya praktik nepotisme dan diskriminasi dalam proses pelayanan. Ia menyebut, terdapat warga tertentu yang bisa memperoleh layanan lebih cepat melalui jalur belakang tanpa mengikuti prosedur dan antrean resmi.
“Ada orang dalam atau kenalan petugas yang bisa mendapatkan layanan lebih cepat lewat pintu belakang tanpa prosedur dan antrean,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak Disdukcapil Jayawijaya membantah tudingan tersebut. Sekretaris Disdukcapil Jayawijaya, Frank Aritonang, menjelaskan bahwa keterbatasan pelayanan terjadi karena adanya penyesuaian jam operasional selama bulan Ramadan.
“Nomor antrean hanya diberikan kepada masyarakat yang melakukan perbaikan data yang jelas. Selain itu, selama bulan Ramadan memang ada pembatasan jam pelayanan,” ujar Frank saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi internal guna meningkatkan kualitas pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar kantor Disdukcapil Jayawijaya dilaporkan berangsur kondusif setelah dilakukan mediasi antara perwakilan warga dan pihak instansi.(Fud)
