Nampak Bupati Mojokerto Gus Barra dan Nanik S Deyang saat mencoba naik becak listrik yang akan diserahkan kepada Pembecak lansia Mojokerto.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyalurkan bantuan 100 becak listrik bagi para pembecak lansia di Kabupaten Mojokerto. Penyerahan berlangsung di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Selasa (25/11/2025), dan dihadiri langsung oleh Nanik S. Deyang, Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Dalam kegiatan tersebut, Nanik hadir mewakili Presiden Prabowo sekaligus sebagai Wakil Ketua Yayasan GSN. Ia menjelaskan bahwa penyaluran becak listrik merupakan bagian dari program nasional pengentasan kemiskinan yang telah berjalan sejak 2024.
Nanik mengungkapkan bahwa hingga tahun 2024, GSN telah menyalurkan 670 unit becak listrik, dan ditargetkan mencapai 5.000 unit hingga akhir 2025. Saat ini, sudah lebih dari 2.300 unit yang dibagikan ke berbagai daerah, termasuk Tangerang, Semarang, dan sejumlah kota lainnya.
Ia menegaskan bahwa pembagian bantuan tidak terkait dengan kepentingan politik maupun kepala daerah tertentu.
“Pokoknya kita kasih becak, tidak ada hubungannya dengan partai atau siapa kepala daerahnya. Ini murni bantuan pribadi Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Nanik juga mengingatkan agar becak listrik tidak diperjualbelikan dan meminta aparat daerah, termasuk Bupati, Kapolres, dan Dandim, untuk ikut mengawasi.
Dalam sambutannya, Nanik menyampaikan bahwa Mojokerto sebenarnya memiliki sekitar 1.200 pembecak, sehingga jumlah bantuan diproyeksikan akan ditambah.
“Mojokerto ini banyak sekali pembecaknya. InsyaAllah akan kami tambah lagi, supaya seluruhnya bisa terbantu,” katanya.
Ia bahkan berseloroh bahwa Mojokerto kini “berlomba” dengan Jombang yang telah menerima 2.900 unit bantuan.
Nanik juga meminta Pemerintah Kabupaten Mojokerto memberikan diskresi terkait jalur yang boleh dilalui becak listrik agar para pembecak dapat meningkatkan pendapatan, termasuk memanfaatkan potensi wisata seperti kawasan Trowulan.
GSN melalui tim teknis menyatakan siap memberikan bantuan perawatan bila becak mengalami kerusakan. Meski belum memiliki bengkel khusus, tim teknis disiagakan 24 jam.
Selain becak listrik, GSN juga membuka peluang memberikan bantuan sosial lain, termasuk seragam untuk anak sekolah dan bantuan bagi petani miskin.
Bupati Mojokerto, dr. H. Muhammad Albarra, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Yayasan GSN atas bantuan yang diberikan.
Ia menyebut bahwa satu unit becak listrik memiliki nilai Rp22 juta, sehingga bantuan 100 unit ini sangat berarti bagi para pembecak lansia.
“Becak ini ramah lingkungan, tidak pakai bensin atau solar. Namun harus dirawat dengan baik, terutama menjaga baterai agar tidak rusak,” ujar Bupati.
Ia menambahkan bahwa Pemkab Mojokerto membuka diri untuk bekerja sama dengan GSN dalam program pengentasan kemiskinan, termasuk bantuan seragam sekolah dan fasilitas bagi petani.
Bupati Albarra menegaskan bahwa Mojokerto tidak memiliki aturan pelarangan becak listrik. Ia bahkan menyampaikan kesiapan menerima tambahan bantuan bila ada daerah lain yang menolak.
“Kalau ada daerah lain menolak becak listrik, bawa ke sini. Kami terima,” tegasnya.
Ia berharap program tersebut mampu memberikan dampak langsung bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pembecak lansia di Mojokerto.*dsy
