PS Kanit Binmas Polsek Diwek, Aiptu Suwit kawal Pengiriman jagung pipil milik M. Saifur, petani asal Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek ke Gudang Bulog. (suaraharianpagi.id/ds)
Jombang – suaraharianpagi.id
Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan jajaran Polres Jombang melalui pendampingan kepada para petani. Salah satu bentuk dukungan tersebut dilakukan Polsek Diwek dengan mengawal distribusi hasil panen jagung milik petani menuju Gudang Bulog Tunggorono, Kabupaten Jombang, Senin (8/6).
Pengiriman jagung pipil milik M. Saifur, petani asal Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, mendapat pendampingan langsung dari PS Kanit Binmas Polsek Diwek, Aiptu Suwito. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat sektor pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR melalui Kapolsek Diwek AKP Darul Hudha mengatakan, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.
“Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kami berharap hasil panen petani dapat terserap dengan baik dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut AKP Darul Hudha, pendampingan dan pengawalan distribusi hasil panen merupakan salah satu langkah konkret yang dilakukan Polri agar hasil pertanian masyarakat dapat tersalurkan dengan aman dan tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan hasil panen petani dapat tersalurkan dengan lancar hingga ke Bulog. Dengan adanya pendampingan ini, petani merasa lebih tenang karena hasil panennya terserap dengan baik. Harapannya, kesejahteraan petani meningkat dan program ketahanan pangan nasional semakin kuat,” tambahnya.
Berdasarkan hasil penimbangan, total jagung pipil yang dikirim ke Gudang Bulog Tunggorono mencapai 10 ton. Komoditas tersebut diterima Bulog dengan harga pembelian Rp6.400 per kilogram dan memiliki kadar air sebesar 14 persen, sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan.
Kehadiran personel kepolisian dalam proses distribusi hasil panen mendapat respons positif dari para petani. Mereka menilai pendampingan yang dilakukan membantu memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, dan tanpa kendala hingga jagung diterima di gudang Bulog.
Sinergi antara Polri, Bulog, dan petani diharapkan terus terjalin guna mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional. Selain menjamin ketersediaan pangan, kolaborasi tersebut juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Kabupaten Jombang.
Dengan terserapnya hasil panen melalui Bulog, para petani memperoleh kepastian pasar dan harga yang lebih stabil, sehingga dapat semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian pada musim tanam berikutnya. *irw/ds
Tag :
#polresjombang #humaspolresjombang
