Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR berikan arahan kepada para pelajar SMK PGRI 1 Jombang. (suaraharianpagi.id/ds)
Jombang – suaraharianpagi.id
Upaya pencegahan kenakalan remaja terus diperkuat Polres Jombang melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah. Salah satunya dilakukan Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR dengan memberikan arahan langsung kepada para pelajar SMK PGRI 1 Jombang, Selasa (10/2) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi preventif kepolisian dalam membangun kesadaran hukum dan karakter generasi muda agar terhindar dari perilaku menyimpang. Kapolres Jombang hadir didampingi Kasat Lantas AKP Anjar Rahmat Putra, Kasat Binmas AKP Pranan Edi, serta Wakapolsek Jombang Iptu Imron Nugroho. Para pelajar mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias.
Dalam arahannya, AKBP Ardi Kurniawan menekankan bahwa pelajar memiliki peran penting sebagai aset masa depan bangsa. Pembentukan karakter sejak dini dinilainya menjadi kunci agar generasi muda mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, bangsa, dan negara.
“Pelajar yang baik adalah mereka yang terus meningkatkan kapasitas diri dan memberi manfaat. Jika kalian bersungguh-sungguh belajar dan berikhtiar, kesuksesan akan datang pada waktunya,” ujarnya.
Kapolres secara tegas mengingatkan agar tidak terjadi perundungan di lingkungan sekolah. Ia menilai, budaya saling menghormati dan menjaga persaudaraan menjadi fondasi terciptanya suasana belajar yang aman dan nyaman.
“Saya tidak ingin ada siswa yang membully temannya sendiri. Hormati guru, sayangi orang tua, dan jaga kebersamaan dengan teman. Itu bagian dari karakter orang-orang yang kelak akan sukses,” tegasnya.
Selain persoalan perundungan, AKBP Ardi Kurniawan juga mengingatkan pelajar agar bijak dalam menyikapi informasi, khususnya di media sosial. Menurutnya, sikap mudah terprovokasi dapat menyeret pelajar pada tindakan negatif yang merugikan diri sendiri maupun sekolah.
“Kalian harus mampu memilah informasi. Jangan mudah percaya berita yang belum jelas kebenarannya, apalagi sampai ikut-ikutan dalam hal yang melanggar aturan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Jombang tetap kondusif berkat sinergi antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan.
“Kondusivitas ini harus kita jaga bersama. Sekolah menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari pelanggaran hukum,” katanya.
Lebih lanjut, Kapolres mengimbau agar pelajar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif, seperti mengikuti konvoi sepeda motor pada malam atau dini hari, bergabung dalam komunitas tidak sehat, apalagi membawa senjata tajam.
“Ada konsekuensi hukum yang jelas. Saling mengingatkan antar teman adalah kunci agar kalian bisa bersama-sama meraih masa depan yang cerah,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala SMK PGRI 1 Jombang, Sudarti, mengapresiasi kehadiran Kapolres Jombang beserta jajaran. Ia berharap arahan tersebut dapat menjadi motivasi positif bagi para siswa dalam menjaga sikap dan prestasi sekolah yang telah diraih di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Jombang, Ulil Muhammad. Ia mengingatkan siswa untuk tetap menjadikan belajar sebagai prioritas utama, serta mewaspadai aktivitas di luar sekolah yang berpotensi menimbulkan konflik apabila tidak diawasi dengan baik. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara sekolah, orang tua, dan kepolisian dalam menangani permasalahan pelajar. *ds
