Bupati Mojokerto bersama jajaran OPD, tim pemindahan, serta tenaga ahli dari ITS Surabaya pemaparan laporan Feasibility Study di Smart Room Satya Bina Karya.(suaraharianpagi.id/ds)
Kabupaten Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kabupaten Mojokerto semakin serius menyiapkan langkah besar pemindahan pusat pemerintahan ke kawasan Mojosari. Keseriusan itu ditandai dengan pemaparan laporan Feasibility Study (FS) yang digelar di Smart Room Satya Bina Karya (SBK), Rabu (24/9) sore.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tim pemindahan, serta tenaga ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang dipercaya menyusun kajian teknis.
Dalam paparannya, tim ITS merekomendasikan kawasan Stadion Gajah Mada, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, sebagai lokasi paling ideal. Lahan seluas 5,2 hektare itu dinilai strategis, mudah diakses, dan memiliki potensi besar dikembangkan sebagai pusat pemerintahan terpadu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, menekankan perlunya percepatan penyelesaian FS. Ia mengungkapkan, keterlambatan kajian tersebut sempat membuat tim lintas OPD tidak bisa bekerja optimal.
“Hampir tiga sampai empat bulan kami menunggu. Jika FS ini selesai September, tim pemindahan bisa langsung bergerak,” tegasnya.
Teguh juga menyoroti pentingnya pembangunan gedung serbaguna di kawasan baru, yang dapat difungsikan sebagai ruang penerima tamu sekaligus pusat rapat. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut akan membuat kompleks pemerintahan lebih representatif dan tertata.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra atau Gus Bupati, menegaskan bahwa pemindahan ibu kota harus diwujudkan, bukan lagi sekadar wacana. Ia mengingatkan bahwa gagasan ini sudah bergulir sejak puluhan tahun lalu.
“Kalau FS sudah kita setujui bersama, maka harus ada komitmen untuk menyelesaikan semua kebutuhan. Realisasi lahan sudah 70% lebih, tinggal bagaimana aksi kita. Jangan sampai ada yang mempersulit,” ujarnya.
Menurutnya, Mojosari adalah kawasan yang paling tepat dijadikan pusat pemerintahan baru karena didukung letak strategis, berdekatan dengan kantor kepolisian dan militer, akses jalan nasional, serta banyaknya tanah kas desa (TKD) yang dapat dioptimalkan.
“Konsepnya kota modern, dengan ruang terbuka hijau, fasilitas olahraga, dan sarana umum. Namun tetap harus bernuansa kemajapahitan sebagai identitas Mojokerto,” tambahnya.
Gus Bupati juga menekankan pentingnya tata ruang yang nyaman, termasuk pemisahan antara fasilitas umum seperti masjid dengan gedung pemerintahan melalui jalan penghubung. Dengan konsep tersebut, ia berharap kawasan pemerintahan baru mampu berfungsi secara modern sekaligus menjaga kearifan lokal.
“Ini jangan sampai gagal. Kita harus berjuang bersama. Mojokerto pernah menjadi pusat kejayaan Majapahit, maka sudah seharusnya bangunan pemerintahan baru juga mencerminkan nuansa kemajapahitan,” pungkasnya. *ds
