Forum Dialog Wali Kota bersama awak media di Nemu Cafe, sentra IKM Batik. (suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan insan media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Hal ini disampaikan Ning Ita dalam forum dialog bersama awak media di Namu Cafe, Sentra IKM Batik Maja Barama Wastra, Jalan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Rabu (24/9).
Menurut Ning Ita, sapaan akrabnya, publikasi program pemerintah perlu disampaikan secara faktual dan proporsional. Ia menilai, peran media sangat penting untuk menjaga kondusivitas dan mendukung pembangunan daerah.
“Diskusi seperti ini penting agar kita bisa membangun sinergitas. Program pemerintah harus terpublikasikan secara faktual sekaligus proporsional. Saya pribadi selalu berusaha proporsional dalam bersikap dan bertindak,” ujarnya.
Ning Ita juga menegaskan bahwa seluruh jajaran Pemerintah Kota Mojokerto akan terus bersemangat melayani masyarakat. Ia mengingatkan, setiap kebijakan dan langkah yang dilakukan pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan.
“Selama kami sadar apa yang kami lakukan, Insya Allah kami tetap bersemangat melayani warga. Tugas kami adalah membangun kota ini sesuai janji, dan itu akan kami tunaikan hingga akhir masa jabatan saya tahun 2031,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Ning Ita juga menyinggung tantangan yang dihadapi kepala daerah di Indonesia terkait kebijakan nasional, terutama Instruksi Presiden Nomor 1 yang dinilainya cukup berat. Namun, ia optimistis Pemerintah Kota Mojokerto mampu menghadapi tantangan tersebut dengan inovasi dan kerja sama.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Ia mencontohkan penerapan aplikasi Gayatri di Kota Mojokerto yang dilengkapi fitur geo-tagging untuk memantau sebaran kasus saat pandemi Covid-19. Menurutnya, langkah preventif jauh lebih penting dibanding penanganan pascabencana.
“Kami berharap tidak ada lagi bencana seperti di tahun 2024. Namun, masyarakat tetap harus diedukasi agar memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dini,” katanya.
Di akhir sambutannya, Ning Ita mengajak media untuk menjaga suasana Kota Mojokerto tetap aman dan damai. Ia berharap pemberitaan tidak bersifat memprovokasi, melainkan mampu menjadi penguat solidaritas di tengah tantangan ekonomi maupun sosial.
“Kalau suasana damai, semua lebih mudah dihadapi. Saya minta teman-teman media ikut berperan menjaga kondusivitas dengan menyampaikan informasi secara sejuk dan proporsional,” pungkasnya. *ds
