Wakil Bupati Jombang Salmanudin berikan tausiah saat acara pengajian di Masjid Agung Baitul Mukminin.(Suaraharianpagi.id/red)
Jombang – Suaraharianpagi.id
Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar Pengajian Umum dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Kamis (15/1/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di Masjid Agung Baitul Mukminin, Kabupaten Jombang, dan diikuti ratusan jamaah.
Bupati Jombang Warsubi yang berhalangan hadir dalam acara tersebut diwakili oleh Wakil Bupati Jombang, Salmanudin, S.Ag., M.Pd. Turut hadir jajaran Forkopimda, para alim ulama, tokoh agama, pimpinan organisasi kemasyarakatan dan perempuan, perwakilan TNI-Polri, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jombang, serta jamaah Masjid Baitul Mukminin.
Mengawali sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan ucapan selamat datang kepada penceramah utama, ulama kharismatik asal Rembang, Jawa Tengah, KH Abdul Qoyyum Manshur atau yang akrab disapa Gus Qoyyum, pengasuh Pondok Pesantren An-Nur. Ia berharap kehadiran Gus Qoyyum membawa keberkahan bagi masyarakat Jombang.
Membacakan sambutan Bupati Jombang, Salmanudin menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat makna perintah salat lima waktu sebagai identitas utama umat Islam.
“Mari kita tingkatkan kualitas salat kita, sehingga kita merasakannya sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi, bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan,” ujar Salmanudin.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai titik balik perubahan perilaku ke arah yang lebih baik, mulai dari peningkatan adab dan akhlak, kedisiplinan dalam beribadah, hingga terciptanya harmoni sosial.
“Semoga setelah pengajian ini, keimanan dan ketakwaan kita semakin meningkat, tutur kata semakin terjaga, adab dan akhlak semakin baik, serta perilaku kita semakin mencerminkan nilai-nilai Islam. Salat kita pun harus semakin baik dan tepat waktu, karena salat adalah pesan utama dari peristiwa Isra Mi’raj,” imbuhnya.
Di akhir sambutan, Wakil Bupati mengajak para ulama, tokoh masyarakat, serta jajaran birokrasi untuk terus bersinergi membangun Jombang dengan niat tulus dan kerja yang jujur, guna mewujudkan visi “Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua”.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh KH Abdul Qoyyum Manshur. Dalam ceramahnya, Gus Qoyyum menegaskan bahwa Isra Mi’raj bukanlah ritual rutin semata, melainkan peristiwa besar yang mengandung pesan spiritual mendalam tentang makna ibadah.
Ia menekankan bahwa jika beribadah dengan penuh kesabaran terasa berat, maka jalan terbaik adalah melakukannya dengan rasa syukur. Menurutnya, ibadah bukan hanya rutinitas, melainkan sarana pendidikan dari Allah SWT untuk membentuk pribadi yang jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan berakhlakul karimah.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita untuk menikmati ibadah, khususnya salat, dengan khusyuk. Dari sanalah lahir pribadi-pribadi yang kuat secara spiritual dan sosial,” tutur Gus Qoyyum.*red
