Personel Koramil 0815/15 Jatirejo melaksanakan karya bakti pembersihan material longsor. (suaraharianpagi.id/kodim0815)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Jatirejo pada Kamis (22/1) dini hari mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Jalan Desa Jembul, tepatnya di sebelah selatan Balai Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.55 WIB tersebut sempat menutup akses jalan alternatif menuju Desa Jembul dan menyebabkan kerusakan pada sebuah rumah warga.
Longsor tersebut menimpa rumah milik Nyono, warga setempat, akibat runtuhnya tebing tanah di sisi jalan. Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa.
Mendapatkan laporan dari Sekretaris Desa Jembul, Ainur Rofiq, personel Koramil 0815/15 Jatirejo bersama Babinsa segera bergerak ke lokasi kejadian. Sejak pukul 07.00 WIB, anggota Koramil bersinergi dengan pemerintah desa dan warga setempat melaksanakan karya bakti pembersihan material longsor serta perbaikan rumah warga yang terdampak.
Danramil 0815/15 Jatirejo, Kapten Inf Sutopo, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab TNI AD dalam membantu masyarakat menghadapi bencana alam.
“Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan Babinsa dan anggota Koramil untuk membantu warga. Prioritas utama adalah membuka kembali akses jalan, membersihkan material longsor, serta membantu perbaikan rumah yang terdampak agar dapat segera ditempati dengan aman,” ujar Kapten Inf Sutopo.
Karya bakti tersebut melibatkan sedikitnya 26 orang yang terdiri atas personel Koramil 0815/15 Jatirejo, kepala desa beserta perangkat, serta warga sekitar. Hingga saat ini, proses pembersihan material longsor masih terus berlangsung, termasuk perbaikan rumah warga dan saluran air bersih yang terdampak.
Secara materiil, longsor mengakibatkan tebing tanah sepanjang kurang lebih 10 meter runtuh dan menimpa bagian rumah warga. Dampaknya, tembok sepanjang sekitar 5 meter jebol, tiang penyangga roboh, serta genting rumah berserakan. Saat ini, perbaikan pondasi dan pemasangan bata ringan (hebel) masih dikerjakan secara gotong royong oleh warga bersama lima personel Koramil 0815/15 Jatirejo.
Kapten Inf Sutopo juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat curah hujan tinggi, serta segera melaporkan apabila muncul tanda-tanda potensi bencana lanjutan.
“Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat sangat penting dalam penanggulangan bencana. Kami akan terus mendampingi warga hingga kondisi benar-benar aman,” pungkasnya. *pendim0815/ds
