Peserta magang Kemenaker di lapas kelas IIB Mojokerto.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur melalui Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto memfasilitasi kegiatan observasi dan analisis sosial yang dilakukan oleh peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Utama Lapas Mojokerto, Sabtu (17/1/2026).
Observasi ini menjadi bagian dari proses pembelajaran peserta magang dalam memahami dinamika sosial warga binaan pemasyarakatan (WBP) serta sistem kerja di lingkungan lapas. Melalui pengamatan langsung, peserta magang mempelajari pola interaksi, sikap, serta aktivitas warga binaan selama mengikuti berbagai program pembinaan.
Selain melakukan pengamatan, peserta magang juga menggelar sesi wawancara dengan sejumlah WBP. Wawancara tersebut bertujuan untuk menggali informasi lebih mendalam terkait latar belakang sosial, faktor-faktor yang memengaruhi perilaku, serta pandangan warga binaan terhadap program pembinaan yang telah berjalan.
Data yang diperoleh dari observasi dan wawancara kemudian dianalisis sebagai bahan kajian sosial. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi sosial warga binaan serta efektivitas program pembinaan yang diterapkan.
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat positif, baik bagi peserta magang maupun bagi pihak lapas. Menurutnya, observasi dan analisis sosial tersebut dapat menjadi masukan berharga dalam pengembangan program pembinaan.
“Melalui kegiatan ini, peserta magang dapat memahami kondisi nyata warga binaan, sekaligus memberikan sudut pandang akademis yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan di Lapas Mojokerto,” ujar Rudi.
Ia menambahkan, Lapas Mojokerto terus berkomitmen membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan instansi pemerintah, dalam rangka mewujudkan sistem pembinaan yang lebih terarah, humanis, dan berbasis kajian sosial yang komprehensif.*dsy
