Ning Ita menyerahkan bahan ajar secara simbolis kepada perwakilan petani. (suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar Pelatihan Tanaman Pangan dan Hortikultura bagi anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Gedung PLUT Maja Citra Kinarya, Senin (27/4). Kegiatan ini diikuti oleh 125 petani, terdiri dari 75 petani padi dan 50 petani jeruk.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan prioritas nasional yang harus didukung oleh seluruh daerah, termasuk kota dengan keterbatasan lahan pertanian.
“Ketahanan pangan menjadi prioritas Presiden, sehingga semua daerah, termasuk kota, wajib berkontribusi dalam mendukung program tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkot Mojokerto telah melakukan berbagai langkah konkret, di antaranya melalui program Luas Tambah Tanam (LTT) serta pendampingan pertanian. Upaya tersebut berdampak pada peningkatan produktivitas hasil panen.
“Jika sebelumnya hasil panen sekitar 6,5 ton per hektare, kini sudah meningkat menjadi 8,2 ton per hektare sejak 2025,” terangnya.
Selain itu, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini juga mendorong pengembangan hortikultura sebagai bagian dari integrasi sektor pertanian dengan pariwisata, khususnya di kawasan bantaran Kali Ngotok. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan peluang ekonomi dari berbagai event yang digelar pemerintah, terutama di wilayah barat Kota Mojokerto.
“Ke depan, kami akan terus menggelar berbagai event di wilayah barat. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Kota Mojokerto, Novi Rahardjo, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program penyuluhan pertanian. Materi yang diberikan meliputi strategi pengembangan tanaman pangan dan hortikultura perkotaan, serta antisipasi dan mitigasi dampak hidrometeorologi.
Selain itu, peserta juga mendapatkan dukungan berupa sarana produksi pertanian, seperti rodentisida, insektisida, bibit cabai, pupuk daun, serta berbagai penunjang pengendalian hama.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap kapasitas petani semakin meningkat sehingga mampu menjaga produktivitas pertanian di tengah berbagai tantangan,” jelas Novi.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 27 dan 30 April 2026, ditandai dengan penyerahan bahan ajar secara simbolis kepada perwakilan petani. *ds
