Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXX Kodim 0815, Ny. Anjani Abi Swanjoyo saat menghadiri kegiatan parenting di Aula Kantor Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari. (suaraharianpagi.id/kodim0815)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXX Kodim 0815, Ny. Anjani Abi Swanjoyo, kembali dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan parenting bertajuk “Peran Orang Tua dalam Menguatkan Karakter Remaja (Komunikasi Efektif) dan Tips Menjadi Remaja Berkarakter Hebat”. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (14/06).
Kegiatan yang diinisiasi Kelurahan Gedongan tersebut diikuti para orang tua dan remaja. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan perkembangan zaman dan derasnya arus informasi digital.
Dalam pemaparannya, Ny. Anjani Abi Swanjoyo menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam proses pembentukan karakter anak. Menurutnya, orang tua tidak hanya bertugas mengasuh, tetapi juga menjadi teladan yang akan ditiru anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak dan remaja ibarat spons yang menyerap apa yang mereka lihat dan rasakan di lingkungan terdekatnya. Karena itu, keteladanan orang tua menjadi kunci utama dalam membangun karakter yang kuat dan positif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masa remaja merupakan fase penting dalam pencarian jati diri yang ditandai dengan berbagai perubahan, baik fisik, emosional, maupun sosial. Pada masa tersebut, remaja membutuhkan pendampingan yang tepat agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki karakter yang baik.
Selain keteladanan, Ny. Anjani juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak. Menurutnya, pendekatan dialogis jauh lebih efektif dibandingkan pola komunikasi yang hanya berisi perintah dan larangan.
“Anak-anak zaman sekarang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan pola pikir yang kritis. Orang tua perlu menjadi pendengar yang baik serta memberikan penjelasan yang bijak agar tercipta hubungan yang harmonis dalam keluarga,” katanya.
Komunikasi dua arah, lanjutnya, akan membuat anak merasa dihargai dan didengar sehingga lebih terbuka dalam menyampaikan perasaan maupun berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan para orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan anak dan penggunaan media sosial. Di era digital, pengaruh lingkungan dan media sosial memiliki dampak besar terhadap pembentukan pola pikir, sikap, dan perilaku remaja.
Karena itu, orang tua diharapkan mampu menjalankan peran sebagai pendamping sekaligus pengarah agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif, produktif, dan bertanggung jawab.
Ny. Anjani turut memaparkan beberapa pola asuh yang umum diterapkan dalam keluarga, mulai dari pola asuh permisif, otoriter, hingga autoritatif. Menurutnya, pola asuh autoritatif atau seimbang merupakan pendekatan yang paling ideal karena memadukan kasih sayang, kedisiplinan, serta pemberian ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat dan mengembangkan potensinya.
Melalui kegiatan parenting tersebut, diharapkan para orang tua semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Sementara bagi para remaja, kegiatan ini menjadi bekal untuk mengenali potensi diri, menjaga pergaulan yang sehat, serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berkarakter. *ds
Tag :
#kodim0815/mojokerto #pendim0815/mojokerto
