Petugas kepolisian terlihat sedang mengatur arus lalulintas.(Foto: Dokumen Polda Jatim)
Surabaya – Suaraharianpagi.id
Keberhasilan Operasi Ketupat Semeru 2026 di Jawa Timur tak hanya terlihat dari kelancaran arus mudik, tetapi juga dari turunnya angka kecelakaan lalu lintas secara signifikan. Polda Jatim mencatat penurunan tajam baik dari jumlah kejadian maupun korban jiwa.
Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berlangsung sejak 13 hingga 25 Maret 2026 menjadi momentum penting bagi Polda Jawa Timur dalam memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Sebanyak 9.609 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal jalannya operasi di berbagai wilayah strategis, mulai dari jalur arteri, tol, hingga titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
Hasilnya, capaian positif berhasil diraih. Berdasarkan data kepolisian, angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan operasi mengalami penurunan sebesar 37 persen dibandingkan 13 hari sebelum operasi. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan turun hingga 57 persen.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur, Kombes Pol Iwan Saktiadi, S.I.K., M.H., M.Si., menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel di lapangan serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
“Penurunan angka kecelakaan dan fatalitas ini menunjukkan bahwa upaya preemtif, preventif, hingga penegakan hukum yang kami lakukan berjalan efektif. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami dalam setiap pelaksanaan operasi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa strategi pengamanan dilakukan secara terpadu, mulai dari rekayasa lalu lintas, penguatan patroli, hingga edukasi kepada pengguna jalan.
Di sisi lain, Operasi Ketupat Semeru 2026 dihadapkan pada tantangan khusus, yakni bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi yang mengakibatkan penutupan sementara jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
Namun demikian, kondisi di lapangan tetap terkendali. Kepolisian bersama instansi terkait telah mengantisipasi dengan menyiapkan buffer zone di sekitar Pelabuhan Ketapang, serta melakukan sosialisasi masif kepada masyarakat terkait jadwal penutupan penyeberangan.
“Kami telah melakukan langkah antisipatif jauh hari, termasuk penyediaan buffer zone dan penyampaian informasi secara luas kepada masyarakat. Alhamdulillah, tidak terjadi penumpukan signifikan di pelabuhan,” tambahnya.
Meski di tengah berbagai tantangan, mobilitas masyarakat selama libur Lebaran tahun ini justru mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Namun berkat pengelolaan lalu lintas yang optimal, kondisi secara umum tetap aman, tertib, dan lancar.
Keberhasilan ini menjadi bukti kuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan mudik yang aman dan nyaman di Jawa Timur.(Dsy)
Tag:
#poldajatim #ditlantaspoldajatim #pjrpoldajatim #polresjajaranpoldajatim #opsketupatsemeru2026 #arusmudiklebaran #liburlebaran #toljomo #tolsumo #pjr3poldajatim
