Kondisi ruang kelas SMKN 1 Ampelgading yang ambruk. (suaraharianpagi.id/ich)
Malang – suaraharianpagi.id
Tiga ruang kelas XI di SMK Negeri 1 Ampelgading, Kabupaten Malang, dilaporkan ambruk pada Minggu pagi (29/3). Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan kualitas konstruksi bangunan yang tidak sesuai standar.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang, Dwi Anggraeni, mengaku terkejut saat menerima informasi kejadian tersebut. Ia menyebut pihaknya belum mengetahui secara rinci kronologi peristiwa karena informasi baru diterima saat dirinya tengah menerima tamu.
“Ya Allah, saya kaget. Ini musibah yang baru saya ketahui,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan dengan penyesuaian yang telah disiapkan oleh pihak sekolah. Manajemen sekolah bersama tim telah menyusun skema alternatif dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan siswa.
Menurutnya, koordinasi juga telah dilakukan dengan pihak sekolah dan komite guna segera menyampaikan informasi resmi kepada para wali murid terkait insiden tersebut. Upaya pembersihan lokasi direncanakan dilakukan secepatnya dengan melibatkan tim BPBD Kabupaten Malang bersama pihak sekolah dan komite.
“KBM akan dialihkan ke beberapa ruang kelas dan laboratorium untuk sementara, khususnya bagi tiga kelas XI yang terdampak,” tegasnya.
Sementara itu, perbaikan bangunan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu bulan agar ruang kelas dapat kembali digunakan secara normal.
Di sisi lain, peristiwa ambruknya bangunan ini mendapat sorotan dari berbagai pihak. Aktivis LSM Peduli Korupsi, Yuniar Dedi, mendesak aparat kepolisian untuk melakukan investigasi secara menyeluruh. Ia menilai terdapat indikasi pelanggaran dalam proses pembangunan gedung tersebut.
Menanggapi hal itu, Kapolres Malang, Muhammad Taat Resdi, menyatakan pihaknya akan segera melakukan penyelidikan secara komprehensif.
“Kami akan menginstruksikan jajaran untuk melakukan penyelidikan mendalam, mengingat pembangunan gedung ini menggunakan anggaran negara,” ujarnya.
Peristiwa ini juga memunculkan perhatian publik terhadap transparansi dan kualitas pembangunan fasilitas pendidikan, khususnya yang bersumber dari dana pemerintah. Hingga kini, penyebab pasti ambruknya tiga ruang kelas tersebut masih dalam proses penelusuran lebih lanjut. *ich
