Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Menjelang peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah atau Tahun Baru Hijriah 2026 Masehi, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen pergantian tahun sebagai sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat semangat menjaga keamanan dan persatuan.
Ajakan tersebut disampaikan Kapolres Mojokerto Kota bersama jajaran Polres Mojokerto Kota dan Bhayangkari Cabang Mojokerto Kota melalui ucapan selamat memperingati Tahun Baru Hijriah 1448 H.
“Semoga Tahun Baru Hijriah ini menjadi momentum untuk mengevaluasi diri, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan semangat berbuat kebaikan dan kepedulian terhadap sesama,” ujar AKBP Herdiawan Arifianto.
Menurutnya, Tahun Baru Hijriah tidak hanya menjadi penanda pergantian kalender Islam, tetapi juga momentum penting bagi setiap umat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama peringatan Tahun Baru Islam, Polres Mojokerto Kota mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat.

Kapolres mengimbau warga agar tidak melakukan konvoi kendaraan maupun balap liar yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. Masyarakat juga diminta menjauhi minuman keras dan narkotika karena dapat memicu terjadinya tindak kriminal maupun gangguan keamanan.
Selain itu, warga diimbau untuk tidak bermain petasan yang berpotensi menimbulkan kebakaran dan kecelakaan. Sebagai gantinya, masyarakat diajak mengisi malam Tahun Baru Hijriah dengan memperbanyak ibadah, berdoa, dan melakukan kegiatan-kegiatan positif.
“Perbanyak ibadah dan doa, serta mari kita bersama-sama menjaga toleransi dan persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat. Kondusivitas daerah merupakan tanggung jawab bersama,” kata AKBP Herdiawan Arifianto.
Tak hanya itu, menjelang agenda pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Polres Mojokerto Kota juga mengeluarkan imbauan khusus guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Kapolres meminta agar peserta dan pendamping yang hadir dalam kegiatan pengesahan tidak mengenakan baju sakral maupun atribut perguruan saat berangkat maupun kembali dari lokasi kegiatan. Peserta yang hadir juga dibatasi hanya bagi calon warga baru dan pendamping.
Selain itu, seluruh peserta diminta tidak melakukan konvoi, tidak melakukan provokasi maupun ujaran kebencian, serta tidak mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang.
“Setelah acara pengesahan selesai, seluruh peserta diwajibkan langsung kembali ke rumah masing-masing. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif,” tegasnya.
AKBP Herdiawan Arifianto menambahkan, Polres Mojokerto Kota terus berupaya memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam setiap momentum peringatan hari besar keagamaan maupun kegiatan masyarakat lainnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan tindak kriminalitas atau gangguan keamanan melalui layanan Polri Call Center 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.
“Dengan semangat Tahun Baru Hijriah, mari kita perkuat kebersamaan, menjaga persaudaraan, dan bersama-sama memelihara kamtibmas agar Kota Mojokerto tetap aman, damai, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.(Dsy)
