Petugas PJR Polda Jatim saat memantau arus lalulintas di gerbang tol.(Foto: Dokumen PJR Polda Jatim)
Surabaya – Suaraharianpagi.id
Memasuki hari keempat pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, arus lalu lintas di wilayah hukum Polda Jawa Timur terpantau lancar dan terkendali.
Berdasarkan pemantauan pada Minggu (15/3/2026) malam hingga Senin (16/3/2026) pagi, belum terlihat adanya peningkatan signifikan volume kendaraan baik di jalur tol maupun jalur arteri.
Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026, Jules Abraham Abast melalui Kasubsatgas Penmas, Muchamad Saifudin mengatakan, laporan situasi lalu lintas selama 12 jam, mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WIB, menunjukkan arus kendaraan di berbagai titik perbatasan dan jalur utama masih relatif stabil.
“Hingga saat ini belum terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang signifikan,” ujar AKP Muchamad Saifudin, Senin (16/3/2026).
Di jalur tol, volume kendaraan di sejumlah gerbang tol justru mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Di Gerbang Tol Ngawi, kendaraan yang keluar dari Jawa Timur menuju Jawa Tengah tercatat sebanyak 1.535 unit atau turun 26 persen. Sementara kendaraan yang masuk dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur sebanyak 959 unit atau turun 83 persen.
Kondisi serupa terjadi di Gerbang Tol Malang. Kendaraan dari arah Surabaya menuju Malang tercatat 2.317 unit atau turun 54 persen, sedangkan arus dari Malang menuju Surabaya sebanyak 1.795 unit atau turun 57 persen.
Penurunan juga terlihat di Gerbang Tol Probolinggo. Kendaraan keluar dari Surabaya menuju Probolinggo tercatat 5.258 unit atau turun 16 persen, sedangkan kendaraan masuk menuju Surabaya sebanyak 4.786 unit atau turun 17 persen.
“Rata-rata kecepatan kendaraan di jalur tol berada pada kisaran 70 hingga 80 kilometer per jam,” jelas AKP Saifudin.
Sementara itu, kondisi lalu lintas di jalur arteri perbatasan Jawa Timur–Jawa Tengah juga relatif lancar dengan kecepatan kendaraan berkisar antara 50 hingga 70 kilometer per jam.
Di jalur Tuban, kendaraan yang masuk ke Jawa Timur tercatat sebanyak 1.902 unit, sementara kendaraan keluar menuju Jawa Tengah sebanyak 1.531 unit.
Pada jalur arteri Ngawi, tercatat 3.198 kendaraan masuk Jawa Timur dan 3.042 kendaraan keluar menuju Jawa Tengah.
Di jalur Bojonegoro terdapat 1.684 kendaraan masuk dan 1.323 kendaraan keluar. Sementara di jalur Magetan tercatat 135 kendaraan masuk dan 140 kendaraan keluar.
Untuk jalur Pacitan, tercatat 254 kendaraan masuk dan 284 kendaraan keluar. Sedangkan jalur Ponorogo mencatat 279 kendaraan masuk dan 272 kendaraan keluar wilayah Jawa Timur.
AKP Muchamad Saifudin menambahkan, hingga laporan tersebut disusun, tidak terdapat kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Jawa Timur.
“Berdasarkan data DORS, kejadian kecelakaan lalu lintas nihil. Begitu pula bencana alam, rekayasa lalu lintas, maupun pelanggaran kendaraan sumbu tiga ke atas tidak ditemukan,” tuturnya.
Polda Jawa Timur memastikan pemantauan dan pengamanan akan terus dilakukan secara intensif selama Operasi Ketupat Semeru 2026 berlangsung guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen mewujudkan tagline Mudik Aman, Keluarga Bahagia selama periode arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.(Dsy)
Tag:
#poldajatim #ditlantaspoldajatim #pjr3poldajatim #pjr2poldajatim #tolsurabayajombang #tolperakpasuruan #opsketupatsemeru2026
