Gus Barra beri arahan saat membuka Rapat Koordinasi dan Penguatan Kelembagaan TP Posyandu Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 di Smart Room Satya Bina Karya. (suaraharianpagi.id/ds)
Kabupaten Mojokerto – suaraharianpagi.id
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menegaskan Posyandu kini tidak lagi sekadar menjadi tempat pelayanan kesehatan dasar, melainkan berkembang sebagai pusat pelayanan masyarakat yang terintegrasi di berbagai bidang kehidupan warga.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi dan Penguatan Kelembagaan TP Posyandu Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 di Smart Room Satya Bina Karya (SBK) Pemkab Mojokerto, Selasa (19/5).
Bupati yang akrab disapa Gus Barra itu menjelaskan, transformasi Posyandu menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga bidang sosial.
“Melalui Posyandu, negara hadir lebih dekat di tengah masyarakat, mulai dari edukasi kesehatan, peningkatan kualitas gizi keluarga, literasi, lingkungan sehat, hingga penguatan ketahanan sosial masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan Posyandu menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah dijangkau, dan tepat sasaran, khususnya di tingkat desa dan kelurahan.
Karena itu, Gus Barra menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan transformasi Posyandu di Kabupaten Mojokerto.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Mojokerto termasuk daerah yang bergerak cepat dalam pelaksanaan transformasi Posyandu sejak diterbitkannya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu.
“Hingga saat ini sebanyak 562 Posyandu telah memiliki nomor registrasi dari Kementerian Dalam Negeri dan 27 Posyandu sudah menjalankan pelayanan enam bidang SPM,” jelasnya.
Selain penguatan kelembagaan, Pemkab Mojokerto juga mendorong digitalisasi layanan Posyandu guna mendukung proses pendataan, monitoring, dan pelaporan yang lebih cepat, akurat, serta terintegrasi.
Gus Barra meminta seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, hingga kader Posyandu terus memperkuat koordinasi demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Posyandu harus menjadi tempat yang hidup dan aktif di tengah masyarakat, menjadi ruang gotong royong, edukasi, pemberdayaan, sekaligus penguatan keluarga,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama dukungan implementasi transformasi Posyandu dalam penyelenggaraan enam bidang SPM di Kabupaten Mojokerto.
Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Mojokerto bersama Tim Pembina Posyandu Kabupaten Mojokerto serta lintas perangkat daerah sebagai bentuk penguatan sinergi antar sektor dalam menghadirkan pelayanan masyarakat yang lebih terintegrasi.
Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Albarraa menyampaikan, rapat koordinasi tersebut bertujuan memperkuat kelembagaan TP Posyandu sekaligus meningkatkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi Posyandu enam bidang SPM.
Ia berharap koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dapat semakin memperkuat keberadaan Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang berdaya guna dan berkelanjutan.
“Peran Tim Pembina Posyandu sangat penting dalam menjaga kesinambungan pelaksanaan dan pengembangan Posyandu. Salah satu kunci keberhasilan pelayanan adalah kualitas pembinaan dan pendampingan dari tim pembina di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa,” tuturnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Mojokerto, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, jajaran kepala OPD, TP Posyandu Kabupaten Mojokerto, serta sejumlah stakeholder terkait. *ds
Tag :
#kabupatenmojokerto #kominfokabupatenmojokerto
