Presiden LIRA, Andi Syafrani beri sambutan saat Rakernas II di The Tavia Riverside Hotel, Bogor, Jawa Barat. (suaraharianpagi.id/ful)
Lamongan – suaraharianpagi.id
Dewan Pimpinan Pusat Lumbung Informasi Rakyat (DPP LIRA) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II di The Tavia Riverside Hotel, Bogor, Jawa Barat, pada 16–18 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi LIRA untuk memperkuat peran sebagai organisasi masyarakat yang menerapkan sistem shadow government dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam advokasi serta perjuangan kepentingan rakyat.
Sebagai organisasi kemasyarakatan yang telah berdiri selama 21 tahun, LIRA dikenal luas oleh masyarakat dan publik. LIRA memiliki struktur organisasi yang menyerupai sistem pemerintahan, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Di tingkat pusat dipimpin oleh Presiden atau Ketua DPP, di tingkat provinsi oleh Gubernur atau Ketua DPW, di tingkat kabupaten/kota oleh Bupati atau Wali Kota selaku Ketua DPD, hingga struktur kecamatan dan kelurahan yang tersebar di seluruh Indonesia. Atas cakupan organisasinya yang luas, LIRA juga tercatat sebagai peraih Rekor MURI sebagai LSM terbesar di Indonesia.
Rakernas II LIRA berlangsung selama tiga hari dengan tingkat kehadiran peserta mencapai 100 persen, yang telah mengonfirmasikan kehadiran dari seluruh provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua. Kegiatan ini mengusung tema “Ormas dan Pemerintah Mengutamakan Partisipasi Publik dalam Pembangunan Nasional.”
Rakernas II DPP LIRA dibuka secara resmi oleh Ketua Badan Pertimbangan Presiden LIRA, Ibu Olies Datau, pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Presiden LIRA, Andi Syafrani, dalam sambutannya menegaskan bahwa pasca Rakernas, LIRA akan melakukan konsolidasi internal hingga tingkat DPW dan DPD.
“Masih banyak DPW dan DPD yang eksis namun belum maksimal. Kami akan membangun kembali jaringan ini agar hidup di seluruh provinsi di Indonesia dan menjadikan LIRA sebagai lembaga yang bermartabat serta menjadi wadah aspirasi masyarakat,” ujar Andi Syafrani.
Ia juga menyampaikan target untuk mengaktifkan kembali badan otonom LIRA, antara lain LBH LIRA, Perempuan LIRA, Brigade LIRA, Koperasi LIRA, Pemuda LIRA, serta Jaring MAHALI.
Menurut Andi Syafrani yang juga akademisi serta pengamat Hukum Tata Negara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, selama 21 tahun berdiri, LIRA konsisten menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah dan menjadi mitra sejajar dalam mengawal program-program pro rakyat.
“Tugas kami menjaga pemerintah tetap berada di jalan yang benar. Jika bengkok, LIRA tidak akan ragu untuk meluruskannya,” tegasnya.
Sementara itu, DPD LIRA Kabupaten Lamongan yang turut berpartisipasi dalam Rakernas II menyatakan kesiapan untuk menjalankan seluruh hasil Rakernas. Ketua DPD LIRA Kabupaten Lamongan, Kang Achmad Syaiful Arif, menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi program, merumuskan gagasan konstruktif, memperkuat konsolidasi internal dan eksternal, serta menyalurkan aspirasi rakyat di daerah.
“Kami akan fokus memperkuat peran LIRA sebagai mitra pemerintah dan agen perubahan demi pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Lamongan,” ujarnya.
Kang Achmad Syaiful Arif yang juga Sekretaris Daerah LIRA Kabupaten Lamongan menambahkan, secara keseluruhan Rakernas II DPP LIRA di awal tahun 2026 ini bertujuan memposisikan LIRA sebagai organisasi yang diperhitungkan, mampu menampung aspirasi rakyat, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan daerah.
“Terutama untuk kemajuan Kabupaten Lamongan,” pungkasnya. *ful
