Aksi maling motor yang terangkap layar CCTV Alfamart pacing bangsal(suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kian meresahkan warga Mojokerto. Dalam sepekan terakhir, setidaknya empat kasus terjadi di sejumlah lokasi dengan pola pelaku yang semakin nekat, bahkan tak segan menggunakan senjata tajam untuk mengancam warga yang memergoki mereka.
Kejadian terbaru menimpa seorang pegawai minimarket di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Jumat (19/9) sekitar pukul 19.00 WIB. Motor Honda Vario putih bernopol S 2215 TH milik Salma Norsaida (21) raib digasak dua pelaku.
Dari rekaman CCTV, tampak dua pria berboncengan menggunakan Honda Beat hijau. Salah satunya berperawakan muda, sementara rekannya bertubuh gemuk dan berkulit hitam. Mereka sempat mondar-mandir di sekitar lokasi sebelum beraksi.
“Motor saya tidak dikunci stang karena baru datang. Waktu itu posisi saya di kasir, motor saya di sebelah barat,” ujar Salma.
Hanya dalam hitungan detik, pelaku diduga menggunakan kunci T untuk menyalakan mesin motor korban, lalu melarikan diri ke arah barat menuju Kota Mojokerto. Korban baru menyadari motornya hilang sekitar pukul 21.00 WIB saat hendak menutup toko.
Ia pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Namun, wajah pelaku dan nomor polisi motor mereka sulit dikenali karena kualitas CCTV yang buram.
Sehari sebelumnya, Kamis (18/9) pukul 15.00 WIB, motor Honda Vario merah bernopol W 3793 UB milik seorang mahasiswa hilang di halaman Kampus PPNI Mojokerto.
Modusnya cukup licin, pelaku datang dengan menumpang ojek online, lalu pergi seorang diri dengan membawa motor curian.
Yang lebih meresahkan, kawanan ini juga beraksi di area rumah ibadah. Pada Rabu (17/9) ba’da subuh sekitar pukul 04.15 WIB, enam pelaku datang menggunakan tiga motor ke halaman Masjid Besar Baitul Muttaqqin, Desa/Kecamatan Kutorejo. Tiga orang masuk ke area parkir, sementara tiga lainnya berjaga di luar.
Ketika seorang takmir memergoki aksi tersebut dan berusaha meneriaki maling, salah satu pelaku mengayunkan parang hingga saksi mundur ketakutan. Dalam sekejap, tiga motor jamaah berhasil dibawa kabur ke arah Kecamatan Dlanggu.
Rentetan kasus curanmor ini juga tercatat di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, pada Jumat (12/9). Beruntung, upaya pencurian motor Honda Supra bernopol W 6592 KW milik Ainur Rofiq (34) berhasil digagalkan warga.
Lima pelaku terlibat dalam aksi itu. Satu di antaranya berhasil ditangkap massa Mustofa (29) warga Surabaya, dua lainnya yakni Edo (23) dan Ardiansyah alias Bodong (30), keduanya warga Surabaya, ditangkap Satreskrim Polsek Sooko di jalur bypass Mertex Jumat (19/9) pukul 04.30 WIB.
Dua lainnya yang buron yaitu Top Roni (34) warga Sampang, dan Tri Susanto (22) warga Madura, berhasil diringkus Resmob Polres Mojokerto Jumat siang (12/9) sekitar pukul 12.00 WIB di dalam bus arah Surabaya.
“Dari hasil pemeriksaan, kami juga menangkap dua pelaku lain yang sempat melarikan diri,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Sooko, Iptu Arip.
Serangkaian kasus ini menunjukkan pola aksi pelaku makin beragam, mulai dari mengincar parkiran toko, kampus, rumah ibadah, hingga nekat mengancam warga dengan senjata tajam. Tak heran, situasi ini menimbulkan keresahan luas di kalangan masyarakat Mojokerto. *dsy
