Gus Barra buka kegiatan pembinaan Pengelolaan Keuangan dan Persiapan Penyusunan Laporan Keuangan Sekretariat Daerah Tahun 2025.(suaraharianpagi.id/ds)
Kabupaten Mojokerto – suaraharianpagi.id
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, menegaskan bahwa upaya memperkuat integritas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah harus menjadi prioritas seluruh perangkat pemerintah. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Kegiatan Pembinaan Pengelolaan Keuangan dan Persiapan Penyusunan Laporan Keuangan Sekretariat Daerah Tahun 2025, Senin (24/11) di Grand Whiz Hotel Trawas.
Kegiatan yang melibatkan Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, narasumber BPKP Jawa Timur Ruli Ario Wibowo, para staf ahli, asisten, serta seluruh pengelola keuangan Setda ini menjadi forum strategis untuk memperbaiki sistem dan kualitas tata kelola keuangan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Barra tersebut mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan bukan hanya pekerjaan administratif, melainkan komponen penting yang menentukan kualitas pelayanan publik.
“Setiap angka dan dokumen memiliki dampak langsung terhadap pembangunan yang efektif dan berkeadilan. Ini bukan rutinitas, tetapi amanah besar yang berhubungan langsung dengan kepercayaan publik,” tegasnya.
Ia menekankan, seluruh pengelola keuangan harus memiliki ketelitian tinggi dan pemahaman yang utuh terhadap perubahan regulasi, terutama di tengah dinamika tata kelola pemerintahan modern.
Kabupaten Mojokerto berhasil mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 11 tahun berturut-turut. Namun, menurut Bupati, prestasi tersebut harus menjadi pendorong untuk terus memperbaiki diri, bukan membuat lengah.
Ia meminta seluruh jajaran menindaklanjuti berbagai temuan administratif pada APBD 2024 sebagaimana tercantum dalam LHP BPK RI.
“Temuan tersebut adalah pengingat agar kita terus meningkatkan ketertiban, ketelitian, dan kepatuhan terhadap aturan,” ujar Gus Barra.
Bupati Albarraa menyebut, penguatan integritas harus menjadi budaya kerja, terutama karena Sekretariat Daerah memegang peran penting dalam mendukung seluruh agenda pembangunan daerah.
Kompleksitas tugas Setda, termasuk yang berada pada lingkup kerja Bupati dan Wakil Bupati, menuntut standar akuntabilitas dan kecermatan yang lebih tinggi.
“Kinerja keuangan adalah kerja detail. Disiplin dan tanggung jawab tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengelola keuangan yang terus bekerja di tengah padatnya agenda pemerintahan. Ia menegaskan kembali komitmen Pemkab Mojokerto untuk memperkuat sistem yang bersih dan transparan.
“Kepercayaan masyarakat adalah modal terpenting. Mari bekerja lebih teliti dan berintegritas demi tata kelola pemerintah yang semakin akuntabel,” pungkasnya. *ds
