Pekerja toko Dizela Fotocopy menunjukkan tempat hilangnya motor korban.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Nasib apes dialami dua pelajar di Kota Mojokerto. Sepeda motor yang dipinjam untuk keperluan mencetak dokumen di sebuah tempat fotokopi, justru raib digondol maling di siang bolong, Minggu (14/6/2026).
Peristiwa pencurian itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di depan Dizala Fotocopy, Jalan Raya Cinde Baru, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua pelajar tersebut datang ke tempat fotokopi untuk mencetak dokumen. Sesampainya di lokasi, mereka memarkir sepeda motor di depan toko yang berada di tepi jalan.
Namun, tanpa disadari, kunci kontak sepeda motor masih menempel di kendaraan. Kedua pelajar itu kemudian masuk ke dalam toko dan fokus mengurus proses pencetakan dokumen.
Di tengah aktivitas tersebut, datang sepasang pria dan wanita, kemudian yang wanita masuk dan berpura-pura sebagai pembeli dengan membeli sebuah bolpoin, sedangkan yang laki-laki menunggu di luar. Setelah itu, mereka pergi meninggalkan lokasi.
Tak berselang lama, pasangan tersebut kembali datang. Kali ini mereka membeli spidol dan krayon. Modus itu diduga dilakukan pelaku untuk memastikan situasi sekitar dan mengamati kondisi kendaraan korban.
Setelah merasa aman, pasangan tersebut langsung membawa kabur sepeda motor korban yang terparkir di depan toko dengan kondisi kunci masih menggantung di kontak. Keduanya melarikan diri ke arah selatan.
Korban yang hendak pulang baru menyadari sepeda motornya telah hilang. Dalam keadaan panik, mereka kemudian meminta bantuan pegawai Dizala Fotocopy untuk memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV).
Dari hasil rekaman CCTV, tampak jelas bahwa pelaku pencurian merupakan pasangan pria dan wanita yang sebelumnya dua kali datang ke toko dengan berpura-pura membeli alat tulis.
Pelayan Dizala Fotocopy, Aurellya Fadhilah Khoirunnisa (21), mengatakan dirinya tidak menaruh curiga terhadap pasangan tersebut karena saat kejadian seluruh pegawai dan pelanggan sedang fokus pada aktivitas mencetak dokumen.
“Dari rekaman CCTV baru diketahui kalau yang membawa kabur motor korban adalah pasangan laki-laki dan perempuan yang tadi membeli bolpoin dan sempat kembali lagi membeli spidol dan krayon. Yang perempuan memakai hijab dan masker. Kami sama sekali tidak curiga karena saat itu fokus melayani pelanggan yang sedang ngeprint,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (15/6/2026).
Menurut Aurellya, kedua korban masih berstatus pelajar. Bahkan, motor yang hilang tersebut merupakan kendaraan milik teman yang dipinjam untuk keperluan mencetak dokumen.
“Korban masih sekolah. Motor itu sepertinya milik temannya yang dipinjam untuk ngeprint. Informasinya, korban sudah melapor ke polisi kemarin,” katanya.
Sementara itu, petugas Polsek Prajuritkulon saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan terkait peristiwa tersebut.
“Belum ada laporan masuk ke Polsek. Kemungkinan lapornya langsung ke Polres Mojokerto Kota,” ujar petugas.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat memarkir kendaraan dan memastikan kunci kontak tidak tertinggal, meski hanya meninggalkan sepeda motor dalam waktu singkat. Sebab, pelaku kejahatan kerap memanfaatkan kelengahan korban untuk melancarkan aksi pencurian.(Dsy)
