Petugas kepolisian saat olah TKP kecelakaan tunggal mobil daihatsu pikap grandmax di tol Surabaya - Mojokerto.(Dokumen PJR 3 Polda Jatim)
Mojokerto — Suaraharianpagi.id
Sebuah mobil pickup dengan nomor polisi L 9424 BE terguling di ruas Tol Surabaya–Mojokerto (SuMo) pada Kamis (27/11/2025) siang. Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden tunggal yang terjadi di KM 736/800 jalur A tersebut.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.45 WIB saat kondisi cuaca hujan dan arus lalu lintas terpantau landai serta lancar. Kendaraan yang dikemudikan Edi Mahmudi (41), warga Parengan, Tuban, itu melaju dari arah Gresik menuju Pasuruan di lajur lambat dengan kecepatan sedang.
Menurut laporan, sesampainya di lokasi kejadian kendaraan mengalami aquaplaning atau hilang kendali akibat ban melayang di atas permukaan air. Kondisi ini membuat mobil pickup tergelincir hingga kemudian terguling ke lajur cepat.
Tidak ada korban luka berat, luka ringan, maupun korban meninggal dunia. Namun kerusakan kendaraan diperkirakan mencapai Rp5 juta. Kerusakan sarana tol masih dalam proses penghitungan pihak pengelola Tol SuMo.
Panit PJR 3 Polda Jatim Ipda Ridho Pramana membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa faktor cuaca dan kondisi jalan basah menjadi penyebab utama pengemudi kehilangan kendali.
“Dugaan sementara, kecelakaan terjadi karena pengemudi mengalami aquaplaning saat melintas di lokasi yang basah akibat hujan. Kendaraan akhirnya terguling. Syukur tidak ada korban jiwa,” ujar Ipda Ridho.
Ia juga mengimbau pengendara agar lebih berhati-hati saat melintas di jalan tol ketika hujan dan menjaga kecepatan kendaraan tetap stabil.
“Kami mengingatkan seluruh pengguna jalan tol untuk menurunkan kecepatan ketika hujan, menjaga jarak aman, dan memastikan kondisi ban kendaraan masih baik. Aquaplaning sangat mudah terjadi pada permukaan jalan yang tergenang air,” tambahnya.
Setelah menerima laporan, petugas PJR 315 yang dipimpin Ipda Ridho Pramana bersama Aipda Edi dan Bripka Broto langsung menuju TKP.
Petugas melakukan serangkaian tindakan antara lain:
– Mengamankan lokasi kejadian bersama pihak pengelola Tol SuMo
– Mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kepadatan
– Melakukan olah tempat kejadian perkara
– Mendokumentasikan kondisi di lapangan
– Mencari keterangan saksi
– Mengamankan barang bukti ke Pos Wika.
Hingga berita ini diturunkan, kendaraan telah dievakuasi dan situasi lalu lintas kembali normal.*dsy
