Kegiatan penyaluran bantuan secara simbolis di Balai Desa Kalikatir. (suaraharianpagi.id/ds)
Kabupaten Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui BPBD Kabupaten Mojokerto menyalurkan bantuan kepada ratusan warga terdampak longsor di Desa Dilem dan Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Sabtu (18/4).
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Muhammad Albarraa di Balai Desa Kalikatir. Total terdapat 146 kepala keluarga (KK) yang menerima bantuan, terdiri dari 103 KK di Desa Dilem dan 43 KK di Desa Kalikatir.
Bupati yang akrab disapa Gus Bupati itu menjelaskan, bantuan yang diberikan meliputi beras, perlengkapan sanitasi (hygiene kit), serta kebutuhan anak-anak dan balita.
“Kami memberikan bantuan berupa beras, hygiene kit, serta kebutuhan anak-anak untuk warga terdampak. Semoga ini dapat membantu meringankan beban panjenengan semua,” ujar Muhammad Albarraa.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.
“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati, tidak perlu panik, dan selalu waspada. Pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menjelaskan bahwa bencana longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada 21 Maret 2026 di kawasan Tahura Raden Soerjo dan sekitarnya.
Akibat kejadian tersebut, terjadi banjir bandang yang merusak tandon air serta jaringan pipa distribusi air bersih menuju permukiman warga di Desa Dilem dan Kalikatir.
“Longsor menyebabkan tandon dan pipanisasi air bersih tertimbun, sehingga pasokan air bagi warga terganggu,” jelasnya.
Pasca kejadian, pemerintah daerah bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) langsung melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari asesmen lapangan, distribusi air bersih, hingga penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pemkab Mojokerto juga menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk percepatan perbaikan infrastruktur air bersih, termasuk pembangunan tandon darurat dan jaringan pipanisasi melalui skema anggaran belanja tidak terduga (BTT).
“Kolaborasi dengan Pemprov Jatim terus kami lakukan agar perbaikan tandon dan jaringan air bersih bisa segera terealisasi,” pungkas Rinaldi Rizal Sabirin.
Dengan langkah cepat ini, diharapkan kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera terpenuhi, sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah Kecamatan Gondang. *ds
Tag :
#kabupatenmojokerto #diskominfokabupatenmojokerto
