Tim Futsal PWI dan Bawaslu - KPU Mojokerto.(suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Setelah sukses menjajal kekuatan tim futsal Gus Bupati Mojokerto pada laga persahabatan pekan lalu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto Raya kembali menggelar pertandingan unik. Kali ini, giliran dua lembaga penting penyelenggara dan pengawas pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mojokerto, yang mendapat tantangan untuk adu skill di lapangan futsal.
Pertandingan persahabatan ini dijadwalkan berlangsung di lapangan futsal indoor Benteng Pancasila, Kota Mojokerto, pada Jumat (3/10). Tidak hanya sekadar hiburan, laga ini juga digelar sebagai sarana mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus menguji ketangguhan masing-masing tim.
Ketua PWI Mojokerto Raya sekaligus kapten tim, Aminuddin Ilham, menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada olahraga semata, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi antara insan pers dengan lembaga pemilu.
“Ini bukan sekadar pertandingan, tapi ajang mempererat sinergi antara insan pers dengan Bawaslu dan KPU. Selain itu, kami juga penasaran seberapa tangguh mereka kalau sudah turun langsung ke lapangan futsal,” ujar Aminuddin sambil tersenyum di Sekretariat PWI Mojokerto Raya, Rabu (1/10).
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto sekaligus kapten tim, Dody Faizal, menyambut positif tantangan tersebut. Menurutnya, olahraga dapat menjadi media efektif untuk menyosialisasikan program pengawasan partisipatif kepada masyarakat dengan cara yang lebih ringan dan menyenangkan.
“Melalui pertandingan persahabatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pengawasan pemilu tidak selalu kaku dan formal. Justru dengan kegiatan seperti ini, masyarakat bisa melihat sisi lain dari penyelenggara dan pengawas pemilu. Ini bagian dari pendidikan politik yang menggembirakan,” kata Dody.
Ia juga mengajak warga Mojokerto untuk hadir dan menyaksikan langsung jalannya pertandingan.
“Jangan lupa hadir dan dukung tim favorit Anda. Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi soal kolaborasi dalam menjaga demokrasi,” tambahnya.
Atmosfer pertandingan diperkirakan bakal berlangsung seru. Sebab, baik tim PWI, Bawaslu, maupun KPU sama-sama diperkuat oleh pemain-pemain dengan latar belakang yang beragam. Mulai dari jurnalis, wasit, hingga komisioner pemilu, semua siap unjuk gigi di lapangan hijau mini tersebut.
Pertarungan persahabatan ini pun dinilai sebagai simbol semangat kebersamaan antar-institusi di Mojokerto, bahwa olahraga bisa menjadi ruang perekat sekaligus pengingat bahwa demokrasi dapat dijaga dengan cara-cara yang sehat, sportif, dan penuh persaudaraan. *dsy
