Warung kopi yang ludes terbakar di Dawarblandong.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Sebuah warung kopi di tepi Jalan Raya Sidokerto, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, hangus terbakar pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 20.15 WIB. Berkat kesigapan warga sekitar, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.
Warung yang terbakar diketahui milik Sugianto (50), warga Dusun Wotgalih, Desa Wotgalih, Kecamatan Dawarblandong. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bangunan warung yang didominasi material bambu ludes dilahap api.
Kasi Humas Polres Mojokerto Kota, Iptu Suhartanto, mengatakan peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang sedang melintas di lokasi. Saat itu, saksi melihat api sudah membesar dan membakar warung yang berada di pinggir jalan.
“Saksi kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan pemilik warung. Selanjutnya warga bersama-sama memadamkan api menggunakan alat seadanya dan aliran air. Sekitar setengah jam kemudian api berhasil dipadamkan,” kata Iptu Suhartanto, Kamis (30/7/2026).
Mendapat informasi tersebut, warga sekitar berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk membantu proses pemadaman. Dengan memanfaatkan ember, selang air, serta peralatan sederhana lainnya, mereka berusaha menjinakkan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain.
Setelah berjibaku selama kurang lebih 30 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan. Kondisi ini membuat kebakaran tidak meluas, meski bangunan warung mengalami kerusakan berat.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap penyebab kebakaran.
Iptu Suhartanto menegaskan hingga kini penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan karena masih dalam tahap penyelidikan.
“Dugaan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Termasuk besaran kerugian yang dialami pemilik warung juga masih dalam proses pendataan,” jelasnya.
Polisi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan yang menggunakan material mudah terbakar. Selain itu, masyarakat juga diminta rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan tidak ada sumber api yang berpotensi memicu kebakaran saat bangunan ditinggalkan.(Dsy)
