Ning Ita meninjau stand pasar murah di halaman Kantor Kecamatan Prajuritkulon. (suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Wali Kota Mojokerto meninjau pelaksanaan pasar murah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Halaman Kantor Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto. Rabu (19/11).
Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi sekaligus memastikan keterjangkauan harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Wali Kota menyampaikan bahwa pasar murah ini merupakan langkah sinergis antara pemerintah provinsi dan daerah untuk menjaga stabilitas harga.
“Terkait inflasi itu ada tiga komponen yang harus kita kendalikan, yaitu keterjangkauan warga, ketersediaan barang, serta jalur distribusinya. InsyaAllah tiga komponen ini di Kota Mojokerto aman, karena seluruh Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) se-Kota Mojokerto jenis usahanya bergerak di bidang perdagangan sembako,” jelas Ning Ita Sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.
Menjelang perayaan Nataru, Ning Ita menegaskan bahwa Kota Mojokerto berada dalam kondisi aman. Hal ini tidak lepas dari kerja sama lintas sektor dalam tim pengendalian inflasi daerah.
“Pengendalian inflasi dan ketahanan pangan bukan hanya tugas pemerintah daerah, baik provinsi maupun kota. Forkopimda juga terlibat, TNI ikut di dalamnya, Bulog sebagai pengampu kebijakan ketersediaan pangan, dan Polri pun terlibat,” Ujarnya.
Setiap hari Senin, tim pengendalian inflasi rutin menggelar rapat koordinasi untuk memastikan informasi terkini tersampaikan dan potensi ancaman dapat segera dicegah. “Ketika ada hal-hal yang dirasa mengancam keamanan, pasti akan kita lakukan upaya bersama untuk pencegahan,” imbuhnya.
Dalam pasar murah tersebut, seluruh produk yang dijual berasal dari KKMP Kota Mojokerto, meliputi sembako dan bahan pokok penting (bapokting). Selain itu, berbagai produk UMKM kuliner juga meramaikan kegiatan ini.
“Anggota KKMP ini banyak sekali yang bergerak di UMKM kuliner, hampir seluruh kelurahan di Kota Mojokerto,” kata Ning Ita
Ning Ita menambahkan bahwa Kota Mojokerto secara umum memiliki kondisi pasokan sembako yang stabil. Banyaknya koperasi dan KKMP yang bergerak di bidang yang sama menjadikan distribusi dan ketersediaan sembako tetap terkendali.
“Kota Mojokerto selama ini aman karena kota kecil dan seluruh KKMP jenis usahanya sama. Bahkan sebelum ada KKMP, koperasi-koperasi sudah banyak yang bergerak di sembako. Artinya tanpa kegiatan pasar murah pun saya bisa menjamin sembako di Kota Mojokerto terkendali aman. Tetapi karena ini adalah gerakan nasional, kita mengikuti instruksi pusat untuk melaksanakan kegiatan ini,” tegasnya.
Dengan adanya pasar murah ini, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga daya beli tetap terjaga dan inflasi dapat dikendalikan secara optimal. *adv-kom
