Ning Ita saat sidak di salah satu SPPG Kota Mojokerto. (suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Selasa (31/3), guna memastikan kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar tetap terjaga pasca libur Lebaran.
Sidak dilakukan di SPPG Magersari Wates dan SPPG Permata Kuwung. Pada waktu yang sama, Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi turut melakukan pemantauan di SPPG Kauman dan SPPG Blooto sebagai bagian dari penguatan pengawasan terpadu.
“Kami ingin memastikan secara langsung bahwa penyiapan MBG bagi anak-anak berjalan dengan baik, terutama pada minggu pertama pelaksanaan kembali setelah libur panjang,” ujar Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita.
Dalam sidak tersebut, Ning Ita tidak hanya melakukan pengecekan, tetapi juga berdialog dengan pengelola SPPG, tenaga pelaksana, serta pihak terkait guna memperkuat sinergi pengawasan.
“Kami berdiskusi langsung dengan pengelola agar kualitas tetap terjaga. Program ini memiliki tujuan besar untuk menyiapkan generasi emas, sehingga aspek kesehatan harus menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga standar gizi dan porsi makanan sesuai ketentuan. Menurutnya, seluruh SPPG harus konsisten menjalankan standar yang telah ditetapkan pemerintah.
“Standar porsi dan kualitas harus dipenuhi dengan baik agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh anak-anak,” tegasnya.
Dari hasil pemantauan, Ning Ita juga memberikan sejumlah catatan perbaikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan. Salah satunya terkait penyesuaian kapasitas dapur di salah satu SPPG agar lebih optimal dalam melayani penerima manfaat dalam jumlah besar.
“Ini merupakan evaluasi konstruktif. Kami mendorong pengelola untuk segera melakukan penyesuaian sesuai standar, sehingga proses produksi dapat berjalan lebih optimal dan higienis,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa langkah pembinaan dan pengawasan ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kota Mojokerto dalam menjaga mutu program MBG secara berkelanjutan.
Berdasarkan data DinkesPPKB Kota Mojokerto, saat ini terdapat 13 SPPG yang mendukung program MBG. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya masih disuspensi operasionalnya, salah satunya karena belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Dengan adanya pengawasan langsung di lapangan, Pemerintah Kota Mojokerto optimistis program MBG dapat berjalan semakin baik serta memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak di Kota Mojokerto. *ds
Tag :
#walikotamojokerto #wakilwalikotamojokerto #sekdakotamojokerto #humaskotamojokerto #kominfokotamojokerto
