Pengurus cabang TIDAR Mojokerto bersama Gus Fawait.(Suaraharianpagi.id/red)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Rencana mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, untuk bergabung ke Partai Gerindra menuai penolakan dari kalangan muda partai berlambang kepala garuda tersebut.
Penolakan disampaikan oleh Pengurus Cabang Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Mojokerto, organisasi sayap Partai Gerindra yang beranggotakan kader muda dan milenial.
Ketua TIDAR Mojokerto, Defy Firman Al Hakim, menegaskan bahwa Partai Gerindra bukan tempat bagi siapa pun yang hanya ingin mencari panggung politik.
“Gerindra adalah rumah bagi para pejuang yang membangun dari ketulusan, bukan tempat singgah bagi mereka yang hanya ingin tampil saat langit politik Gerindra sedang cerah,” kata Defy, Kamis (31/10/2025).
Menurut Defy, Gerindra adalah wadah perjuangan bagi kader yang siap berproses dari bawah demi kemajuan bangsa, sejalan dengan cita-cita Ketua Umum Prabowo Subianto.
“Setiap kader dibentuk melalui proses panjang dan nyata, dari akar rumput hingga nasional,” ujarnya.
Defy menjelaskan, mekanisme kaderisasi di Partai Gerindra berjalan ketat dan berjenjang. Melalui sayap organisasi seperti TIDAR, setiap kader diwajibkan menunjukkan loyalitas dan kontribusi nyata sebelum bisa menempati posisi kepemimpinan.
“Kalau di TIDAR saja ada proses kaderisasi yang ketat, apalagi di Gerindra. Bergabung ke partai besar ini tidak bisa instan harus punya niat perjuangan, bukan sekadar pencitraan,” tegasnya.
Lebih jauh, Defy mengingatkan bahwa para kader Gerindra tak akan pernah melupakan perjuangan para senior partai di masa-masa sulit. Ia menyindir sikap Budi Arie dan kelompok relawan Projo di masa lalu yang dinilainya pernah bersikap kurang pantas terhadap kader Gerindra.
“Kita tak akan pernah lupa bagaimana dulu para senior Gerindra berjuang berdarah-darah sebelum 2019. Dan kita juga tahu bagaimana dulu Budi Arie dengan Projo-nya memperlakukan para senior Gerindra. Jadi wajar kalau banyak kader menolak rencana itu,” ujarnya.
Meski demikian, Defy memastikan TIDAR Mojokerto tetap solid menjaga marwah partai dan mengikuti arahan Ketua Umum TIDAR, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.
“Kami akan terus menjaga marwah Gerindra. Kita terbuka bagi siapa pun yang ingin berjuang bersama, tapi jangan datang hanya untuk mencari sorotan. Gerindra bukan panggung, melainkan medan juang,” tutupnya.*red
