Tape singkong makanan desa yang hasilkan probiotik.(Suaraharianpagi.id/red)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Di tengah tren superfood impor yang kian digandrungi masyarakat, tape singkong makanan tradisional yang kerap dianggap camilan murah kini kembali naik daun. Sejumlah pakar pangan dan kesehatan menyoroti bahwa pangan fermentasi lokal ini memiliki kandungan probiotik alami yang berpotensi menyaingi produk kesehatan berharga mahal.
Tape singkong, yang lazim dijumpai di pasar tradisional dengan bungkus daun pisang, ternyata menyimpan manfaat kesehatan yang besar. Proses fermentasi dua hingga tiga hari menggunakan ragi menghasilkan koloni bakteri baik, seperti Lactobacillus plantarum dan Lactococcus, yang terbukti membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Proses Fermentasi Menghasilkan Probiotik Alami
Melalui fermentasi alami, singkong yang direbus kemudian diberi ragi berubah menjadi sumber probiotik yang bermanfaat bagi usus. Bakteri baik tersebut bekerja meningkatkan fungsi pencernaan, mencegah konstipasi, hingga membantu memperkuat imunitas tubuh.
Sejumlah penelitian turut menguatkan potensi ini. Studi dari Universitas Gadjah Mada misalnya, menyebut bahwa tape singkong dapat diperkaya lebih lanjut untuk meningkatkan kemampuan menekan bakteri patogen sekaligus menggandakan jumlah bakteri baik di dalam usus.
Manfaat tape singkong rupanya tidak berhenti pada kesehatan usus saja. Artikel kesehatan Hello Sehat menyebut bahwa probiotik dalam tape berpengaruh pada metabolisme tubuh, termasuk membantu menurunkan kadar kolesterol jahat serta menjaga kestabilan gula darah.
Dengan harga yang murah dan bahan baku mudah diperoleh, tape singkong dinilai bisa menjadi alternatif pangan fungsional lokal yang memiliki dampak besar bagi kesehatan.
Kearifan Lokal dengan Nilai Tambah Tinggi
Tape singkong kini kembali dilihat sebagai lebih dari sekadar jajanan tradisional. Para pemerhati pangan mendorong masyarakat untuk memberi perhatian lebih pada makanan fermentasi lokal yang ternyata tidak kalah bergizi dibanding produk impor.
Di tengah mahalnya suplemen probiotik dan superfood internasional, tape singkong menjadi bukti bahwa inovasi kesehatan dapat lahir dari proses sederhana di dapur masyarakat desa.*red
