Evan Ong Duta Anti Narkoba Kota Mojokerto 2026 bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Katolik Santo Thomas Aquino, Theresia Widiastuti, S.Pd., M.Pd.,(suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Evan Ong, siswa SMA Katolik Santo Thomas Aquino, terpilih sebagai Duta Anti Narkoba Kota Mojokerto 2026. Ia meraih predikat tersebut dalam Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Kota Mojokerto yang digelar di Sabha Mandala Tama, Kota Mojokerto, Senin malam (26/10).
Prestasi tersebut disambut bangga oleh pihak sekolah. Evan diharapkan mampu berperan aktif dalam mengedukasi kalangan pelajar dan generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta pentingnya upaya pencegahan sejak dini.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Katolik Santo Thomas Aquino, Theresia Widiastuti, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Kepala Sekolah Paulus Kuntoro, S.Psi., M.M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan syukur atas pencapaian anak didiknya tersebut.
“Kami merasa sangat bangga, senang, dan sungguh bersyukur atas terpilihnya anak kami menjadi Duta Anti Narkoba. Ini menjadi tanda bahwa pendidikan karakter, pembiasaan-pembiasaan baik, serta program kegiatan sekolah yang kami usahakan dan perjuangkan mampu menunjang kemampuan anak dalam mengikuti berbagai ajang kompetisi, termasuk pemilihan duta anti narkoba ini,” ungkap Theresia, Selasa (27/10).
Menurut Theresia, keberhasilan Evan tidak terlepas dari upaya sekolah dalam membangun karakter, menanamkan kebiasaan positif, serta memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri. Kepercayaan diri dan kesiapan mental juga menjadi bekal penting bagi siswa untuk menyampaikan gagasan serta pesan edukasi kepada masyarakat.
Pemilihan Duta Anti Narkoba Kota Mojokerto 2026 merupakan ajang perdana yang diinisiasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto bersama Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar). Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung sejak pembukaan pendaftaran pada 10 Oktober 2026 hingga malam grand final.
Selama proses pemilihan, pihak sekolah turut mendukung Evan dalam memperluas wawasan mengenai bahaya narkoba, penanganan masalah penyalahgunaan narkoba, serta cara menyosialisasikan upaya pencegahan kepada masyarakat.
Sekolah juga memberikan kelonggaran ketika siswa membutuhkan waktu khusus untuk belajar, memperdalam materi, maupun menyelesaikan tugas di luar kegiatan pembelajaran reguler.
Theresia menjelaskan, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk memberikan kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan kemampuan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.
Setelah terpilih, Evan diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan menyampaikan edukasi mengenai bahaya narkoba secara tepat dan mudah dipahami oleh teman sebaya. Pelajar dinilai memiliki posisi strategis dalam menyebarkan informasi pencegahan karena komunikasi antarteman dapat menjangkau persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi muda.
Untuk mendukung edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba, SMA Katolik Santo Thomas Aquino menerapkan sejumlah pendekatan melalui kegiatan sekolah.
Pertama, melalui kegiatan ekstrakurikuler Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Program ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan menjadi teman sebaya yang dapat dipercaya, pendengar aktif, serta tempat berbagi cerita dan mencari dukungan.
Menurut Theresia, pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa membangun komunikasi yang sehat sekaligus menciptakan lingkungan pergaulan yang saling mendukung.
Kedua, melalui pembiasaan Habitus Pagi, siswa mendapat kesempatan melatih kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengembangkan pemikiran kritis, menyampaikan aspirasi, dan meningkatkan keberanian dalam mengemukakan pendapat.
Ketiga, sekolah mendukung siswa mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri, termasuk seleksi Duta Anti Narkoba. Partisipasi dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi generasi muda.
Melalui ketiga pendekatan tersebut, sekolah berharap edukasi bahaya narkoba tidak hanya berhenti pada penyampaian informasi, tetapi juga berkembang menjadi kesadaran dan kebiasaan positif di kalangan pelajar.
Theresia juga menyampaikan tiga pesan kepada siswa agar mampu melindungi diri dari penyalahgunaan narkoba dan memilih lingkungan pergaulan yang positif.
Pesan pertama adalah membentengi diri dengan iman. Ia mengajak siswa menjadikan nilai-nilai keimanan sebagai landasan dalam mengambil keputusan dan menjaga diri dari perilaku yang merugikan.
“Tubuhmu adalah bait Allah, maka selalu layakkanlah di hadapan Tuhan,” pesannya.
Kedua, cerdas dalam berpikir. Siswa diharapkan memahami risiko penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik dan kemampuan berpikir. Karena itu, mereka perlu berani menolak narkoba serta tidak mudah terpengaruh ajakan yang dapat membahayakan diri sendiri.
Ketiga, peduli dalam aksi. Generasi muda didorong untuk terlibat dalam upaya pencegahan melalui kegiatan kreatif, termasuk membuat konten edukasi di media sosial, serta aktif dalam komunitas positif seperti seni, olahraga, dan kegiatan kerohanian.
“Melalui kegiatan kreatif di media sosial dan konten-konten yang mengedukasi, siswa dapat ikut memerangi narkoba. Mereka juga perlu aktif masuk dalam komunitas positif, baik seni, olahraga, rohani, maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.
Terpilihnya Evan Ong sebagai Duta Anti Narkoba Kota Mojokerto 2026 diharapkan dapat memperluas keterlibatan pelajar dalam menyampaikan pesan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Dukungan sekolah, keluarga, pemerintah, dan komunitas sebaya menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama. Dengan demikian, upaya pencegahan narkoba diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. *ds




