Pimwil Bulog Kanwil Jawa Timur bersama Pimpinan Bulog Kantor Cabang Mojokerto, Wakil 1 DPRD Kota Mojokerto, serta Babinsa TNI dan PPL Kelurahan Meri hadiri Panen Raya. (suaraharianpagi.id/ds)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur mencatat capaian signifikan dalam penyerapan gabah petani. Hingga awal April 2026, realisasi serapan mendekati 400 ribu ton atau hampir 50 persen dari target tahunan sebesar 883 ribu ton.
Capaian tersebut disampaikan Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, saat menghadiri kegiatan panen bersama di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Rabu (1/4).
“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan panen bersama dengan Babinsa TNI dan didukung oleh PPL. Koordinasi yang terjalin sangat baik, khususnya dalam mendukung penyerapan gabah di Jawa Timur,” ujarnya.
Menurut Langgeng, capaian tersebut menjadi rekor baru. Pasalnya, sepanjang sejarah, penyerapan gabah di Jawa Timur belum pernah menembus angka 400 ribu ton pada awal April.
“Ini merupakan lompatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kami optimistis target 883 ribu ton tahun ini bisa tercapai,” tambahnya.
Ia menjelaskan, peningkatan serapan tidak lepas dari berbagai program pemerintah, khususnya dari Kementerian Pertanian, seperti kemudahan akses benih, program pompanisasi, subsidi pupuk, perbaikan irigasi, hingga penetapan harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Harga ini sangat mendongkrak semangat petani untuk meningkatkan produksi,” jelasnya.
Selain itu, Bulog juga menggandeng lebih dari 300 pengusaha penggilingan di Jawa Timur sebagai bagian dari ekosistem penyerapan gabah.
Langgeng turut meluruskan pemahaman masyarakat terkait harga pembelian gabah. Ia menegaskan bahwa harga Rp6.500 per kilogram berlaku untuk gabah yang sudah dipanen, dirontokkan, dan dikemas dalam karung di lokasi panen pinggir jalan yang siap diangkut, bukan saat tanaman padi masih berdiri di sawah.
Untuk mempercepat penyerapan, Bulog juga membentuk tim “jemput pangan” yang berkoordinasi langsung dengan Babinsa dan PPL, sehingga setiap informasi panen dapat segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyerap sekitar 55 persen dari target 72 ribu ton.
“Hingga saat ini sekitar 40 ribu ton sudah dalam bentuk beras. Untuk hari ini, kami menyerap 7 ton gabah dari petani di Kelurahan Meri,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, gabah yang dibeli akan diproses melalui mitra penggilingan, yakni Kelompok Tani Sekar Mulyo di Kecamatan Gondang, sebelum akhirnya disimpan di gudang Bulog.
“Kami menjemput langsung gabah dari lokasi panen, kemudian diproses menjadi beras dan dikirim ke gudang,” jelasnya.
Wakil Ketua I DPRD Kota Mojokerto, Hadi Prayitno, mengapresiasi langkah cepat Bulog dalam menyerap hasil panen petani.
“Saya mendapat laporan dari masyarakat bahwa hasil panen melimpah namun belum terserap. Alhamdulillah, hari ini langsung ditindaklanjuti oleh Bulog bersama Babinsa dan PPL,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani, dan Bulog untuk menjaga stabilitas pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani.
“Sinergi ini harus terus dilanjutkan, mulai dari pembibitan, pemupukan hingga hasil panen yang harus terserap dengan harga sesuai standar,” katanya.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Meri, Khusnul, menyebutkan bahwa kelompok tani di wilayahnya terdiri dari 40 anggota dengan total lahan 37,4 hektare.
“Untuk panen kali ini mencakup sekitar 2,7 hektare milik tiga petani, yakni Abah Kasnali, Muhari, dan Tri Pamungkas Atmojo,” jelasnya.
Sementara itu, Babinsa Kelurahan Meri, A. Nur Afandi, menegaskan bahwa sinergi antara petani, PPL, dan Bulog selama ini berjalan sangat baik.
“Alhamdulillah, kerja sama berjalan lancar dan penyerapan juga optimal. Ini sangat membantu petani,” ujarnya.
Usai kegiatan panen, Bulog juga dijadwalkan melakukan monitoring penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Kedundung, Kota Mojokerto.
Setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Penyaluran direncanakan dilakukan sekaligus untuk dua bulan, yakni Maret dan April, sehingga total bantuan mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Program ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi pemerintah yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan dasar tetap terpenuhi. *ds
Tag :
#bulogjatim #bulogmojokerto
