Aksi demonstrasi warga lingkar tambang IWIP mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian.(Suaraharianpagi.id/Fikran).
Halmahera Tengah - Suaraharianpagi.id
Masyarakat lingkar tambang menggelar aksi demonstrasi menuntut pemenuhan program air bersih di kawasan operasional PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Senin (30/3/2026). Aksi ini dipicu menurunnya kualitas air yang diduga akibat aktivitas pertambangan nikel di wilayah tersebut.
Warga dari Desa Sawai dan Waibulan mengeluhkan kondisi air yang tidak lagi layak konsumsi. Air yang sebelumnya jernih kini berubah warna dan terasa payau. Perubahan ini disebut telah terjadi sejak tahun lalu, namun hingga kini belum ada penanganan yang memadai dari pihak perusahaan.
“Kondisi air sudah tidak seperti dulu. Warnanya berubah dan rasanya payau, tidak bisa lagi dikonsumsi,” ungkap salah satu warga dalam aksi tersebut.
Kekecewaan masyarakat memuncak lantaran janji perusahaan untuk menghadirkan program air bersih dinilai tidak terealisasi. Warga pun berbondong-bondong turun ke jalan menuntut tanggung jawab perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan mineral dan produksi komponen baterai kendaraan listrik itu.
Selain persoalan air, warga juga menyoroti dampak polusi dari aktivitas tambang. Debu yang ditimbulkan disebut merusak atap rumah warga di sekitar lingkar tambang. Mereka menilai, sejak izin operasional perusahaan berjalan pada 2018 hingga 2026, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) belum menunjukkan arah yang jelas.
Dalam aksi tersebut, warga juga menyinggung minimnya penyiraman jalan lintas kabupaten untuk mengurangi debu. Kondisi ini dinilai memperburuk lingkungan dan berdampak langsung pada kesehatan serta kenyamanan masyarakat.
Aksi demonstrasi dipusatkan di kawasan Taman Madani dan Bandara Chekel milik perusahaan. Massa aksi menuntut agar pihak perusahaan segera membuka ruang dialog resmi atau hearing dengan Direktur Utama IWIP, Kevin He.
Demonstrasi berlangsung damai dengan pengawalan ketat dari Polres Halmahera Tengah. Warga berharap tuntutan mereka segera ditindaklanjuti, terutama terkait penyediaan air bersih dan perbaikan dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan.(Fik)
