Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H., menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba pos Satkamling Polres Mojokerto Kota 2026 di Lapangan Patih Gajah Mada Polres Mojokerto Kota. (suaraharianpagi.id/ds-hum)
Mojokerto Kota – suaraharianpagi.id
Pos Satkamling RT 04 RW 03, Lingkungan Meri, Kelurahan Meri, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, meraih Juara I Lomba Pos Satkamling Polres Mojokerto Kota 2026. Pos tersebut memperoleh nilai tertinggi dengan skor 1.835.
Penghargaan kepada para pemenang diserahkan Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H., dalam kegiatan yang berlangsung di Lapangan Patih Gajah Mada Polres Mojokerto Kota, Senin (28/9) pukul 07.00 WIB.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Mojokerto Kota Kompol Jalaludin, para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, anggota Polres Mojokerto Kota, serta tiga pilar dari desa dan kelurahan yang Pos Satkamling-nya berhasil meraih penghargaan.
Selain Pos Satkamling Meri sebagai Juara I, Juara II diraih Pos Satkamling RT 06 RW 06, Dusun Pelabuhan, Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, dengan nilai 1.790.
Sementara Juara III diraih Pos Satkamling RT 11 RW 03, Dusun Gedeg Wetan, Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, dengan nilai 1.780.
Untuk kategori juara harapan, posisi Harapan I diraih Pos Satkamling RT 04 RW 02, Dusun Talun, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, dengan nilai 1.540. Harapan II diraih Pos Satkamling RT 02 RW 01, Lingkungan Pulowetan, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, dengan nilai 1.510. Sedangkan Harapan III diraih Pos Satkamling RT 03 RW 02, Dusun Tajungan, Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, dengan nilai 1.385.
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat dan berbagai unsur yang selama ini ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan masing-masing.
“Pemberian hadiah kepada Pos Satkamling ini merupakan salah satu bentuk apresiasi atas segala upaya dari unsur Forkopimcam dan seluruh pihak yang telah menjaga Kamtibmas, sehingga kita dapat beraktivitas dengan aman dan tenang tanpa adanya rasa was-was,” ujar AKBP Herdiawan.
Menurutnya, Lomba Pos Satkamling yang digelar pada 2026 merupakan pelaksanaan untuk kedua kalinya. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana membangun kesadaran bahwa pemeliharaan keamanan bukan hanya menjadi tugas kepolisian, TNI maupun pemerintah desa dan kelurahan.
“Setelah tumbuh kesadaran masyarakat, selanjutnya kita dorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas yang ada, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan tenang,” ungkapnya.
Dalam proses penilaian, Kapolres menyebut banyak kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan masyarakat. Masing-masing wilayah melakukan berbagai persiapan dan pengembangan Pos Satkamling sesuai kondisi lingkungan masing-masing.
“Kita melihat bagaimana kreativitas dari berbagai pihak untuk menjaga masing-masing lingkungan. Saat penilaian, banyak inovasi yang dibangun dan dikembangkan masyarakat. Masing-masing pihak telah berupaya secara maksimal untuk menjaga Kamtibmas di lingkungannya,” jelasnya.
Lomba tersebut juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi TNI-Polri, pemerintah dan masyarakat. Kapolres menegaskan bahwa penentuan pemenang tidak dilakukan secara seremonial, melainkan melalui tahapan penilaian yang terukur.
Penilaian dilakukan berdasarkan lima aspek dengan total 46 item penilaian pada masing-masing Pos Satkamling. Prosesnya berlangsung sejak 7 September hingga 28 September 2026.
Tahap awal dilakukan melalui pembinaan oleh masing-masing Bhabinkamtibmas. Setelah itu, Pos Satkamling mengikuti penilaian tingkat Polsek. Pos yang meraih juara di tingkat Polsek kemudian mengikuti penilaian tingkat Polres oleh tim yang melibatkan para PJU Polres Mojokerto Kota.
Hasil penilaian selanjutnya direkapitulasi dan dibahas dalam forum yang dipimpin Kapolres bersama masing-masing ketua tim penilai hingga ditetapkan para pemenang.
Kapolres berharap keberadaan Pos Satkamling tidak berhenti setelah lomba selesai. Pos tersebut diharapkan tetap aktif menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Harapan kami, Pos Satkamling tidak hanya ada saat perlombaan, tetapi tetap ada di masyarakat karena dapat meningkatkan partisipasi, kesadaran, dan kreativitas masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing. Tanpa dukungan dari segala pihak, kita tidak bisa mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” pungkas AKBP Herdiawan Arifianto. *ds-hum




