Kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba di Ruang Data Makodim 0815/Mojokerto, Jalan Majapahit Nomor 01, Kota Mojokerto, Jawa Timur.(suaraharianpagi.id/kodim0815)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Bahaya narkoba dapat mengancam siapa saja dan tidak terbatas pada lingkungan tertentu. Pencegahan pun dinilai perlu dilakukan sejak dari diri sendiri, keluarga hingga lingkungan kerja dan institusi.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba sebagai bagian dari program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang digelar Kodim 0815/Mojokerto.
Kegiatan berlangsung di Ruang Data Makodim 0815/Mojokerto, Jalan Majapahit Nomor 01, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (17/9).
Penyuluhan diikuti Kasdim 0815/Mojokerto Mayor Inf Suwadi yang mewakili Dandim 0815/Mojokerto, para perwira staf, Danramil jajaran, personel militer dan PNS Kodim 0815/Mojokerto serta perwakilan Persit KCK Cabang XXX.
Materi disampaikan dr. Anneke Mahardini bersama staf dari Denkesyah 05.04.02 Mojokerto. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.
Dalam amanat Dandim yang dibacakan Kasdim, ditegaskan bahwa narkoba tidak hanya berkaitan dengan persoalan hukum dan keamanan. Penyalahgunaan narkoba juga dapat mengancam kesehatan, ketahanan keluarga, kedisiplinan, kehormatan satuan hingga masa depan bangsa.
“Tidak boleh ada toleransi terhadap penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba di lingkungan satuan. Jangan mencoba, jangan menggunakan, jangan terlibat dalam peredaran, dan jangan menutup mata apabila mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Ia menekankan, pencegahan narkoba membutuhkan keterlibatan semua pihak. Upaya tersebut harus diawali dari kesadaran pribadi dan diperkuat melalui peran keluarga serta lingkungan satuan.
Seluruh personel Kodim 0815/Mojokerto juga diminta menjaga diri dan keluarga serta turut menciptakan lingkungan yang terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, dr. Anneke Mahardini menjelaskan bahwa narkoba atau NAPZA merupakan zat yang dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang dan berpotensi menimbulkan ketergantungan, baik secara fisik maupun psikologis.
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari gangguan kesehatan dan perubahan perilaku hingga persoalan sosial, ekonomi dan hukum.
“Dampaknya bisa serius, mulai dari gangguan kesehatan, ketergantungan, konflik sosial, kehilangan pekerjaan atau pendidikan, hingga overdosis dan kematian,” jelasnya.
Ia menambahkan, lingkungan pergaulan juga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Karena itu, keluarga memiliki peran penting sebagai benteng awal melalui komunikasi yang terbuka, memberikan teladan positif serta memperhatikan pergaulan anggota keluarga.
Dalam penyuluhan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai jenis narkotika, psikotropika dan zat adiktif, termasuk karakteristik serta dampak yang ditimbulkan akibat penyalahgunaannya.
Peserta diingatkan agar berani menolak apabila mendapatkan tawaran narkoba dan segera menjauh dari lingkungan pergaulan yang berpotensi membawa pada penyalahgunaan.
“Bentengi diri dengan iman dan ketakwaan, pilih lingkungan pergaulan yang sehat, berani berkata tidak, dan isi waktu dengan kegiatan yang positif,” pesan dr. Anneke.
Usai penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan urine terhadap seluruh peserta. Pemeriksaan dilakukan petugas kesehatan Denkesyah 05.04.02 Mojokerto sebagai bagian dari rangkaian program P4GN di lingkungan Kodim 0815/Mojokerto.
Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0815/Mojokerto menegaskan komitmennya dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah untuk meningkatkan kesadaran seluruh personel agar bersama-sama menjaga keluarga dan lingkungan dari ancaman narkoba. *ds-pendim0815
#kodim0815 #pendim0815 #p4gn
