Kegiatan Gerakan Indonesia ASRI di Jalan Empugandring, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari. (suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui aksi kerja bakti massal yang digelar serentak di seluruh wilayah kota. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan konkret Pemkot terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Aksi bersih-bersih tersebut dilaksanakan di lingkungan permukiman hingga kantor-kantor pemerintahan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga komunitas.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan bahwa keterlibatan lintas elemen menjadi kunci utama keberhasilan menjaga kebersihan kota.
“Kita ingin membangun kesadaran bersama. Semua elemen turun langsung membersihkan lingkungan, karena kebersihan bukan tanggung jawab satu pihak saja,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita, Jumat (6/2), usai mengikuti kerja bakti di Jalan Empugandring, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari.
Menurut Ning Ita, kerja bakti massal tersebut bukan kegiatan insidental, melainkan budaya yang telah ditanamkan secara konsisten sejak periode pertama kepemimpinannya. Konsistensi ini diharapkan mampu membentuk karakter masyarakat yang peduli kebersihan.
“Gotong royong harus terus dihidupkan. Kalau dilakukan rutin dan berkelanjutan, akan tumbuh kesadaran bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Ia mengungkapkan, dari sisi infrastruktur, Kota Mojokerto telah memiliki sistem pengelolaan sampah yang memadai. Saat ini tersedia 30 depo sampah, 10 Tempat Penampungan Sementara (TPS), tiga TPS 3R, serta satu Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
“Dengan wilayah kota yang relatif kecil, fasilitas kita sebenarnya sudah cukup. Yang perlu terus diperkuat adalah perilaku masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas tersebut dengan benar,” ujarnya.
Untuk itu, Pemkot Mojokerto menggagas inovasi Budaya RT Berseri (Bersih, Sehat, dan Asri) sebagai pendekatan sosial dalam mengubah kebiasaan warga. Program ini menekankan peran aktif masyarakat di tingkat paling bawah melalui semangat gotong royong.
“Budaya RT Berseri ini bertujuan mengembalikan nilai-nilai kebersamaan agar kebersihan dan kesehatan lingkungan benar-benar tumbuh dari kesadaran warga,” tutur Ning Ita.
Melalui gerakan yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh elemen, Pemkot Mojokerto berharap mampu mewujudkan kota kecil yang bersih, tertib, dan berwawasan lingkungan, sekaligus berkontribusi nyata terhadap suksesnya Gerakan Indonesia ASRI di tingkat nasional. *ds
