Kepala perum Bulog cabang Mojokerto Muhammad Husin sedang memberikan sambutan.(Foto: Istimewa)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Mojokerto menegaskan komitmennya mengamankan harga gabah petani sekaligus memenuhi target penyerapan gabah dan beras tahun 2026 sebesar 71.751 ton setara beras. Komitmen tersebut disampaikan Kepala Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, dalam kegiatan Sosialisasi Serap Gabah (Sergab) 2026 bersama Kodim 0815/Mojokerto dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Mojokerto.
Kegiatan yang digelar di Black Caffe, Rabu sore (25/2/2026) Jalan Raya Prajuritkulon (Pralon) Nomor 10, Kota Mojokerto, Jawa Timur itu dihadiri jajaran TNI, pejabat Bulog, perwakilan Dinas Pertanian, para Danramil, Babinsa, serta PPL se-Mojokerto.
Dalam paparannya, Husin menjelaskan bahwa program Sergab 2026 merupakan kelanjutan kebijakan nasional pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Secara umum, mekanisme dan harga pembelian masih mengacu pada ketentuan tahun sebelumnya.
“Program Sergab tahun 2026 ini pada prinsipnya melanjutkan pola yang sudah berjalan. Target untuk Bulog Mojokerto sebesar 71.751 ton setara beras. Ini angka yang harus kita capai bersama melalui sinergi seluruh pihak di lapangan,” ujar Husin.
Ia menegaskan, salah satu fokus utama Bulog adalah memastikan harga Gabah Kering Panen (GKP) tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Kami hadir untuk melindungi petani. Jangan sampai saat panen raya harga anjlok di bawah HPP. Jika di lapangan ditemukan harga di bawah Rp6.500 per kilogram, Bulog siap menyerap sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Husin juga memaparkan skema teknis penyerapan, mulai dari pola pembelian gabah dan beras, prosedur administrasi, hingga mekanisme pembayaran kepada petani, kelompok tani (Poktan), maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan).
“Pembayaran kami lakukan sesuai prosedur dan transparan. Administrasi harus lengkap, termasuk surat pernyataan pembelian dan dokumentasi serapan. Ini penting untuk akuntabilitas serta kelancaran proses,” jelasnya.
Selain itu, ia memastikan kapasitas gudang Bulog KC Mojokerto dalam kondisi siap untuk menampung hasil serapan. Koordinasi intensif dengan TNI dan PPL juga terus diperkuat guna memperoleh informasi jadwal panen secara cepat dan akurat.
“Peran Babinsa dan PPL sangat vital. Mereka yang mengetahui secara detail kapan dan di mana panen berlangsung. Dengan informasi yang cepat, tim Bulog bisa segera turun melakukan penyerapan,” katanya.
Husin mengungkapkan, capaian penyerapan tahun sebelumnya mendapat apresiasi dari Bulog pusat berkat kerja sama solid antara Bulog, TNI, dan Dinas Pertanian.
“Keberhasilan tahun lalu adalah bukti bahwa sinergi itu nyata. Tahun 2026 ini kita harus lebih optimal lagi. Target sudah jelas, sistem sudah berjalan, tinggal bagaimana kita memperkuat koordinasi di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0815/Mojokerto yang diwakili Kasdim Mayor Infanteri Suwadi menegaskan dukungan penuh jajaran TNI dalam menyukseskan Sergab 2026. Danramil dan Babinsa disebut siap menjadi ujung tombak pendampingan petani, mulai dari masa tanam hingga panen.
“Di lapangan kita harus solid. Panglima dalam penyerapan gabah dan beras adalah Kepala Bulog Mojokerto, dan kita semua siap mendukung agar target tercapai,” tegasnya.
Melalui sosialisasi tersebut, seluruh unsur yang terlibat diharapkan memiliki pemahaman teknis yang sama terkait mekanisme Sergab 2026. Dengan target 71.751 ton setara beras, Bulog Mojokerto optimistis dapat menjaga stabilitas harga gabah sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah demi mendukung ketahanan pangan nasional.(Dsy)
