Gubernur Jawa Timur hadiri pasar murah yang digelar di halaman Kecamatan Prajuritkulon, kota Mojokerto.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempercepat pelaksanaan pasar murah sebagai strategi menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan. Hingga saat ini, pasar murah telah digelar sebanyak 28 kali dan ditargetkan mencapai 110 kali sepanjang 2026.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, Dr. Iwan, S.Hut., M.M., menegaskan bahwa program pasar murah merupakan inisiatif Gubernur Jawa Timur yang dijalankan melalui sinergi lintas sektor, termasuk dukungan penuh dari Perum Bulog.
“Ini program Ibu Gubernur yang dilaksanakan bersama seluruh stakeholder, salah satunya Bulog sebagai pendukung utama. Hari ini adalah pasar murah ke-28 yang digelar Pemprov Jatim,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain pelaksanaan di satu titik utama, mobil pasar murah juga bergerak serentak di 15 kabupaten/kota. Secara paralel, kegiatan serupa turut digelar di 14 kabupaten/kota lainnya.
Menurut Iwan, target 110 kali pasar murah pada 2026 bersifat dinamis dan akan disesuaikan dengan kondisi harga di lapangan.
“Kita lihat nanti perkembangan harga dan dinamika ekonomi sepanjang tahun. Kalau diperlukan, tentu bisa kita intensifkan,” katanya.
Tak hanya fokus pada stabilisasi harga, Disperindag Jatim juga memberdayakan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM). Dalam setiap pelaksanaan pasar murah, sedikitnya 10 IKM lokal dilibatkan untuk memperluas akses pasar bagi produk daerah.
Pemprov Jatim menargetkan inflasi tetap berada pada angka 2,5 persen plus minus 1 persen. Capaian inflasi terakhir berada di angka 2,9 persen dan dinilai masih dalam batas terkendali.
“Patokan kita tetap 2,5 plus minus 1. Kemarin di angka 2,9 itu sudah baik, tapi kita upayakan bisa lebih rendah lagi,” jelas Iwan.
Sejumlah komoditas yang sebelumnya mengalami lonjakan harga kini mulai menunjukkan tren penurunan. Harga cabai rawit yang sempat menembus lebih dari Rp100 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp79 ribu berdasarkan data sistem pemantauan Disperindag.
Harga telur dan daging ayam juga relatif stabil. Daging ayam yang memiliki HET Rp42 ribu per kilogram, sempat mendekati Rp40 ribu dan kini berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram.
“Kenaikan di awal Ramadan biasanya faktor musiman. Tapi kalau dilihat dari kurvanya, sudah mulai turun,” ujarnya.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, memastikan ketersediaan stok pangan di Jawa Timur dalam kondisi aman dan terkendali.
“Untuk beras, kita sangat kuat. Hampir 900 ribu ton kita kuasai di seluruh Jawa Timur. Itu cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 14 bulan ke depan,” tegasnya.
Selain beras, Bulog juga memiliki cadangan minyak goreng sekitar 8 juta liter. Distribusi minyak di pasar-pasar Jawa Timur disebut tidak mengalami kendala, dengan harga rata-rata masih berada di bawah HET Rp15.700 per liter.
“Stok aman, baik beras, minyak, ayam, maupun telur. Harganya juga relatif stabil. Biasanya gejolak di awal Ramadan itu lebih karena faktor psikologis pasar,” kata Langgeng.
Dengan langkah masif melalui pasar murah dan jaminan ketersediaan stok dari Bulog, Pemprov Jatim optimistis tekanan inflasi dapat ditekan dan daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadan hingga seterusnya.(Dsy)
