Panit PJR 3 Polda Jatim Ipda Ridho Pramana sedang memeriksa mobil pikap yang terbakar.(Foto: Dokumen PJR 3 Polda Jatim)
Jombang – Suaraharianpagi.id
Sebuah kendaraan pikap mengalami kebakaran di Exit Gerbang Tol (GT) Bandar ruas Tol Jombang–Mojokerto (Jomo), Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 12.20 WIB. Kendaraan tersebut terbakar hebat setelah diduga mengalami korsleting listrik pada bagian mesin.
Meski api sempat membesar dan melahap kendaraan, seluruh penumpang berhasil selamat tanpa mengalami luka. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp250 juta.
Kendaraan yang terbakar adalah pikap jenis Carry bernomor polisi L 8252 NG yang dikemudikan Muhammad Iqbal (26), warga Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Saat kejadian, kendaraan tersebut tengah mengangkut mesin diesel dari Surabaya menuju Bandara Dhoho, Kediri.
Panit PJR 3 Ditlantas Polda Jatim, Ipda Ridho Pramana, menjelaskan awal mula kejadian saat kendaraan hendak keluar di GT Bandar.
“Pengemudi melihat muncul asap dari bagian mesin saat akan keluar tol. Diduga terjadi korsleting listrik, sehingga api dengan cepat membesar,” ujar Ipda Ridho.
Mengetahui hal tersebut, pengemudi bersama dua penumpangnya, yakni Vendyanto (25) dan Nanang Novianto (26), langsung keluar dari kendaraan untuk menyelamatkan diri.
Tak berselang lama, api semakin membesar dan menghanguskan bagian depan kendaraan hingga merembet ke muatan mesin diesel yang dibawa.
“Kendaraan berhenti di bahu jalan dalam posisi menghadap ke selatan. Tidak ada korban dalam kejadian ini,” tambahnya.
Petugas PJR bersama pengelola tol segera melakukan penanganan di lokasi dengan mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar. Selain itu, petugas juga berkoordinasi dengan pemadam kebakaran dari Jombang untuk memadamkan api.
Setelah api berhasil dipadamkan, kendaraan yang hangus terbakar dievakuasi ke Pos Junkyard KM 684 untuk penanganan lebih lanjut.
Saat kejadian, arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau lancar dengan kondisi cuaca cerah.
Pihak kepolisian mengimbau para pengendara untuk selalu memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem kelistrikan dan mesin, sebelum melakukan perjalanan guna mengantisipasi risiko kebakaran di jalan.(Dsy)
