Gus Barra bersama para lulusan pendidikan kesetaraan (suaraharianpagi.id/dok.kom)
Kabupaten Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pendidikan tak mengenal batas usia maupun latar belakang. Semangat inilah yang mengemuka dalam penyerahan ijazah pendidikan kesetaraan bagi 173 peserta didik dari UPT Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kabupaten Mojokerto, Selasa (30/7).
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barraa, menyerahkan langsung ijazah secara simbolis kepada para lulusan. Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Barra itu menegaskan bahwa program pendidikan kesetaraan bukan sekadar upaya menuntaskan wajib belajar, tetapi juga langkah strategis untuk menciptakan keadilan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Ijazah ini bukan sekadar dokumen. Ini adalah bekal hidup, simbol ketekunan, dan semangat untuk berdaya di tengah tantangan sosial dan ekonomi,” ungkapnya.
Dari 173 peserta yang dinyatakan lulus, 9 merupakan lulusan Paket A (setara SD/MI), 36 dari Paket B (setara SMP/MTs), dan 128 dari Paket C (setara SMA/MA). Mereka berasal dari berbagai latar belakang: buruh, ibu rumah tangga, hingga warga yang pernah putus sekolah.
Menurut Gus Barra, pendidikan kesetaraan menjadi jalur inklusif yang diakui negara, sekaligus membuktikan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga, terlepas dari usia dan kondisi ekonomi.
“Melalui pendekatan yang fleksibel dan aplikatif, program ini membuka kembali pintu harapan bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan yang selama ini tertunda,” tambahnya.
Pemkab Mojokerto, lanjut Gus Barra, berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan nonformal sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas SDM dan pengurangan kesenjangan sosial.
Ia juga mengajak berbagai pihak, mulai dari lembaga pendidikan, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat, untuk ikut mendukung para lulusan kesetaraan agar dapat mengaktualisasikan ilmu yang mereka peroleh di lingkungan masing-masing.
“Belajar itu tak kenal usia. Yang penting ada kemauan dan keberanian untuk memulai kembali. Mari kita jadikan pendidikan kesetaraan sebagai jembatan menuju kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, jajaran pamong belajar SKB, orang tua peserta didik, serta perwakilan organisasi pemerhati pendidikan. *ds
