Petugas pemadam sedang berusaha memadamkan api kebakaran di Dapur SPPG Medali.(Suaraharianpagi.id/Syahrul Wijaya)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Ledakan terjadi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medali 1, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Kamis (13/8/2026) malam. Insiden tersebut menyebabkan lima orang mengalami luka-luka.
Dari lima korban, tiga di antaranya merupakan petugas teknisi yang mengalami luka bakar cukup serius. Sementara dua korban lainnya merupakan karyawan SPPG yang mengalami luka ringan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.25 WIB. Sebelum kejadian, sekitar pukul 20.00 WIB, sejumlah petugas teknisi melakukan perbaikan terhadap tabung gas elpiji yang mengalami kerusakan sehingga tidak dapat mengeluarkan gas.
Setelah proses perbaikan dilakukan, petugas kemudian mencoba mengeluarkan gas melalui kran pembuangan. Namun, saat proses tersebut berlangsung, tiba-tiba terjadi ledakan kuat.
Ledakan tersebut menyebabkan tiga petugas teknisi mengalami luka bakar. Mereka kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Plt Kepala Puskesmas Puri, dr. Nurul Maslichana, membenarkan adanya penanganan korban akibat insiden ledakan di dapur SPPG Medali 1 tersebut.
“Lima orang menjadi korban. Dua orang mengalami luka ringan dan mendapatkan penanganan di Puskesmas Puri. Sedangkan tiga korban lainnya mengalami luka bakar cukup serius sehingga mendapatkan perawatan di rumah sakit,” ujar dr. Nurul.
Ia menjelaskan, dua korban yang mendapatkan perawatan di Puskesmas Puri merupakan karyawan SPPG, yakni Maulin Nikmah dan Robiatul Adawiyah. Keduanya mengalami luka ringan setelah terdampak ledakan.
Sementara tiga korban yang mengalami luka bakar lebih berat yakni Edy Suyanto, teknisi asal Desa Mlirip, Kecamatan Jetis. Ia mengalami luka bakar sekitar 90 persen dan menjalani perawatan di RS Gatoel Kota Mojokerto.
Korban berikutnya adalah Quinlan, yang juga merupakan teknisi asal Desa Mlirip, Kecamatan Jetis. Ia mengalami luka bakar sekitar 40 persen dan dirawat di RS Gatoel.
Sedangkan Piter Nando, 38 tahun, seorang sopir asal Porong, Kabupaten Sidoarjo, mengalami luka bakar sekitar 60 persen dan mendapatkan perawatan di RS Sakinah.
“Untuk korban yang mengalami luka bakar berat, kami mengarahkan penanganannya ke rumah sakit karena membutuhkan pelayanan medis yang lebih intensif,” kata dr. Nurul.
Puskesmas Puri juga langsung menyiagakan personel untuk mendukung penanganan medis pascakejadian. Personel yang disiagakan terdiri atas satu perawat, satu bidan dan satu pengemudi.
Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban meninggal dunia. Tidak ada rumah warga yang terdampak maupun korban dari kelompok bayi, balita, ibu hamil dan lansia.
Selain itu, tidak terdapat fasilitas kesehatan yang terdampak akibat kejadian tersebut. Penanganan bencana kesehatan difokuskan pada evakuasi dan pelayanan medis terhadap lima korban.
Lokasi kejadian berada di dapur SPPG Medali 1, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Sementara penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.
Petugas juga terus melakukan penanganan dan pendataan pascakejadian guna memastikan kondisi para korban serta situasi di sekitar lokasi tetap aman.(Dsy)
