Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Pers Nasional 2026 di sekretariat PWI Mojokerto.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menegaskan bahwa pers memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas sosial serta menopang kedaulatan ekonomi daerah melalui pemberitaan yang profesional, berimbang, dan menyejukkan. Hal itu disampaikan Gus Barra dalam acara Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Sekretariat PWI Mojokerto Raya, Jalan Pekayon No. 99, Kota Mojokerto, Senin (9/2/2026).
Dalam sambutannya, Gus Barra mengawali dengan menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan pers, khususnya keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto.
“Saya mengucapkan selamat Hari Pers Nasional 2026 kepada seluruh insan pers, khususnya keluarga besar PWI Mojokerto. Semoga momentum ini semakin menguatkan peran pers sebagai pilar demokrasi, penyampai informasi yang mencerdaskan, serta pengawal kepentingan publik,” ujarnya.
Ia menyebut tema HPN 2026, Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat, sebagai tema yang sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi di daerah.
“Tema ini memiliki makna yang sangat mendalam. Pers yang sehat dituntut untuk tetap profesional, independen, berintegritas, dan berpegang teguh pada kode etik jurnalistik. Pers tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga menghadirkan narasi yang mencerahkan, menenangkan, dan membangun optimisme masyarakat,” tegas Gus Barra.
Menurutnya, pers yang profesional akan melahirkan kepercayaan publik. Kepercayaan tersebut menjadi fondasi utama bagi terciptanya iklim sosial yang kondusif dan ekonomi daerah yang stabil.
“Ketika kepercayaan publik tumbuh, maka itu menjadi modal besar bagi terciptanya iklim sosial dan ekonomi yang sehat,” lanjutnya.
Gus Barra kemudian mengulas pengalaman beberapa bulan lalu saat maraknya isu aksi demonstrasi di sejumlah daerah di Jawa Timur. Ia menilai, informasi yang tidak terverifikasi dengan baik dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Waktu itu beredar kabar akan terjadi demo besar di beberapa daerah. Faktanya, aksi tersebut tidak terjadi, namun dampaknya nyata. Jalanan sepi, aktivitas masyarakat menurun, bahkan banyak toko memilih tutup,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa pemberitaan yang simpang siur dapat memicu kepanikan publik dan mengganggu roda perekonomian, meskipun peristiwa yang diberitakan tidak benar-benar terjadi.
“Di sinilah posisi pers menjadi sangat penting. Ketika pers menyampaikan informasi yang sesuai fakta, menyejukkan, dan mengedukasi, maka iklim sosial akan tetap kondusif dan ekonomi daerah dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Barra menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mojokerto memandang pers sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.
“Pers adalah mitra penting pemerintah daerah. Melalui pemberitaan yang objektif, berimbang, dan konstruktif, pers turut mengawal kebijakan publik, menyampaikan program pembangunan, serta menjalankan fungsi kontrol sosial demi terwujudnya pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” katanya.
Ia pun berharap sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers terus diperkuat agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat, menenangkan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami berharap berita yang disuguhkan kepada masyarakat adalah informasi yang dapat divalidasi, tidak menimbulkan keresahan, serta mampu menjaga persatuan dan ketenangan masyarakat,” pungkas Gus Barra.
Peringatan HPN 2026 di Mojokerto Raya menjadi momentum refleksi bersama untuk memperkuat peran pers dalam menjaga stabilitas sosial, mendukung pembangunan daerah, serta mewujudkan ekonomi yang berdaulat dan berkelanjutan.(Dsy)
