Kegiatan jam komandan di halaman Makodim 0815/Mojokerto, Jalan Majapahit Nomor 1, Kota Mojokerto(suaraharianpagi.id/kodim0815)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo, S.Hub.Int., menegaskan bahwa proses penerimaan prajurit TNI Angkatan Darat tidak dipungut biaya. Ia mengingatkan seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) agar tidak menyalahgunakan tugas dan kewenangannya untuk melakukan praktik percaloan dalam rekrutmen prajurit.
Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan kepada seluruh Babinsa dalam kegiatan jam komandan di halaman Makodim 0815/Mojokerto, Jalan Majapahit Nomor 1, Kota Mojokerto, Senin (19/10).
Dalam arahannya, Dandim meminta Babinsa aktif menggali animo dan menjaring minat generasi muda di wilayah binaan untuk mengikuti seleksi penerimaan Calon Bintara dan Calon Tamtama Prajurit Karier TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2027.
Babinsa juga diminta menyampaikan informasi yang benar dan mudah dipahami masyarakat, terutama para pemuda yang ingin mengabdikan diri sebagai prajurit TNI AD. Sosialisasi tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi generasi muda yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi melalui jalur resmi.
Namun, Dandim mengingatkan bahwa upaya penjaringan calon prajurit harus tetap mengedepankan integritas. Ia melarang keras segala bentuk praktik percaloan, termasuk menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu atau memanfaatkan kedekatan dengan calon peserta.
“Tekankan kepada seluruh calon bahwa masuk menjadi prajurit TNI AD itu gratis, tidak dipungut biaya. Jangan sampai ada yang memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan praktik percaloan dengan menjanjikan kelulusan kepada calon prajurit,” tegasnya.
Menurut Abi Swanjoyo, masyarakat perlu memahami bahwa kelulusan calon prajurit ditentukan berdasarkan hasil seleksi dan ketentuan yang berlaku. Karena itu, tidak boleh ada anggapan bahwa kelulusan dapat diperoleh melalui pembayaran, kedekatan personal, maupun bantuan pihak tertentu.
Selain menyoroti proses rekrutmen, Dandim juga mengingatkan seluruh personel agar mengutamakan keselamatan saat berkendara. Anggota diminta mematuhi peraturan lalu lintas, memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, serta menjaga disiplin selama perjalanan, baik ketika bertugas maupun saat menjalankan aktivitas pribadi.
Aspek kesehatan dan kebugaran juga menjadi perhatian dalam pengarahan tersebut. Dandim mengimbau para Babinsa menerapkan pola hidup sehat, menjaga waktu istirahat, dan mempertahankan kondisi fisik agar selalu siap menjalankan tugas pembinaan teritorial di wilayah masing-masing.
Melalui jam komandan ini, Dandim berharap seluruh Babinsa dapat menjalankan tugas secara profesional, membantu menyosialisasikan penerimaan prajurit secara benar, serta menjaga nama baik satuan dengan menjunjung tinggi disiplin dan integritas.
Dengan sosialisasi yang tepat dan proses seleksi yang transparan, generasi muda di wilayah Mojokerto diharapkan memiliki kesempatan yang adil untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui TNI Angkatan Darat. *ds-pendim




