Gus Barra didampingi Kepala dinas sosial kabupaten mojokerto bersama peserta didik Sekolah Rakyat yang akan diberangkatkan ke kediri. (suaraharianpagi.id/ds)
Kabupaten Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kabupaten Mojokerto secara resmi melepas 30 peserta didik Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Kota Kediri di pendopo graha maja tama kabupaten mojokerto. Senin (13/7) pagi.
Penitipan sementara tersebut dilakukan karena pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Mojokerto masih menunggu proses pelaksanaan.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, mengatakan Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu daerah perintis Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Namun, karena sarana pendidikan di daerah masih dalam tahap persiapan pembangunan, para siswa untuk sementara menjalani pendidikan di Kota Kediri.
“Ini merupakan momentum yang sangat berharga, khususnya bagi peserta didik baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu daerah rintisan Program Sekolah Rakyat. Karena pembangunan sekolah permanennya masih berproses tepatnya di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong maka sesuai arahan pemerintah pusat para siswa sementara dititipkan di Sekolah Rakyat Kota Kediri,” ujar Gus Barra.
Ia memastikan, setelah Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto selesai dibangun, seluruh siswa yang saat ini belajar di Kediri akan kembali melanjutkan pendidikan di daerah asalnya.
Menurut Gus Barra, keputusan tersebut merupakan langkah terbaik demi menjamin keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Pendidikan adalah investasi yang paling berharga. Harta sebesar apa pun bisa habis, tetapi ilmu dan pendidikan akan menjadi bekal sepanjang hayat. Karena itu saya berharap bapak dan ibu mengikhlaskan putra-putrinya untuk belajar di Sekolah Rakyat demi masa depan yang lebih baik,” katanya.
Bupati juga meminta para orang tua tidak khawatir karena seluruh kebutuhan siswa selama tinggal di asrama telah ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial, mulai dari tempat tinggal, konsumsi, hingga kebutuhan pendidikan.
“Semua sudah disiapkan pemerintah. Anak-anak tinggal fokus belajar dan mengembangkan diri,” imbuhnya.
Program Sekolah Rakyat, lanjut Gus Barra, sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh, cerdas, terampil, produktif, dan berkarakter melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
Kepada para siswa, Gus Barra berpesan agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, taati seluruh aturan di sekolah, cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, dan raihlah cita-cita setinggi mungkin,” pesannya.
Ia juga optimistis pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Mojokerto dapat segera dimulai karena seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi.
“Syarat-syaratnya sudah kami lengkapi. Kami berharap proses pembangunan segera dilaksanakan sehingga nantinya anak-anak bisa kembali belajar di Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Try Raharjo Murdianto, menjelaskan pemerintah daerah telah mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen dan ditargetkan mulai dapat dimanfaatkan pada tahun 2027.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, Kabupaten Mojokerto memperoleh kuota sebanyak 30 siswa yang seluruhnya akan belajar di Sekolah Rakyat Kota Kediri sebelum nantinya dipindahkan ke sekolah permanen di Kabupaten Mojokerto.
Try menjelaskan proses seleksi peserta didik dilakukan secara transparan melalui aplikasi Setara milik Kementerian Sosial yang memuat data keluarga berdasarkan kategori kesejahteraan (desil).
“Calon peserta didik berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2. Namun dalam pelaksanaannya terdapat tiga siswa dari desil 3 yang kondisinya benar-benar sangat tidak mampu sehingga setelah dilakukan verifikasi bersama, datanya diperbarui agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” jelasnya.
Menurutnya, proses tersebut dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pemberdayaan Masyarakat, dan para pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH) agar penetapan penerima manfaat benar-benar tepat sasaran.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas pemerintah pusat, Pemkab Mojokerto juga memfasilitasi keberangkatan para siswa menuju Kota Kediri.
“Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyiapkan transportasi dan pengawalan dari Dinas Perhubungan. Setiap siswa didampingi oleh satu orang tua saat keberangkatan agar proses adaptasi berjalan dengan baik,” terang Try.
Di sisi lain, Kepala Sekolah Rakyat Menengah 15 Mojokerto, Heri Susanto, berharap seluruh peserta didik mampu beradaptasi dengan kehidupan berasrama dan menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Menurutnya, sistem pendidikan di Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah reguler karena siswa tinggal di asrama dan menjalani kegiatan sejak pagi hingga malam.
“Selain mengikuti pembelajaran nasional pada pagi hari, siswa juga mendapatkan pendidikan keagamaan, bahasa asing, pembinaan karakter, kedisiplinan, serta berbagai kegiatan keasramaan. Kami akan terus memantau perkembangan mereka secara berkala melalui kunjungan ke Kediri untuk memberikan motivasi dan pendampingan,” ujar Heri.
Ia berharap seluruh siswa dapat menyelesaikan pendidikan hingga lulus SMA, melanjutkan ke perguruan tinggi, atau memperoleh pekerjaan melalui program yang difasilitasi pemerintah. *ds
Tag :
#kabupatenmojokerto #diskominfokabupatenmojokerto
