Petugas PJR evakuasi kendaraan pikap yang terbalik akibat kecelakaan di ruas jalan tol. (s uaraharianpagi.id/ds)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Ruas Tol Surabaya-Mojokerto (SuMo), tepatnya di KM 717+600 Jalur A arah Surabaya, Kamis (4/6) siang. Sebuah mobil Daihatsu Pikap bermuatan minyak goreng dalam kemasan drum terguling setelah diduga mengalami pecah ban belakang kiri.
Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi kendaraan dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua penumpangnya mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis.
Korban meninggal diketahui bernama Harry Fran Sigit (46), warga Desa Ngrawan, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Sedangkan dua penumpang yang mengalami luka ringan yakni Agung (38) dan Galang (15), keduanya warga Desa Kacangan, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk.
Panit PJR 3 Ditlantas Polda Jatim, Ipda Siswanto, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.20 WIB. Saat itu kendaraan Daihatsu Pick Up bernomor polisi AG-9646-VJ melaju dari arah Jombang menuju Surabaya melalui lajur lambat dengan kecepatan sedang.
“Menurut hasil olah tempat kejadian perkara sementara, kendaraan pick up yang membawa muatan minyak goreng kemasan drum melaju dari arah Jombang menuju Surabaya. Sesampainya di KM 717+600 Jalur A Ruas Tol Surabaya-Mojokerto, diduga ban kiri belakang mengalami pecah sehingga pengemudi kehilangan kendali,” ujar Ipda Siswanto.
Akibat pecah ban tersebut, kendaraan langsung oleng ke arah kanan dan kemudian terguling hingga melintang di badan jalan tol.
“Setelah mengalami pecah ban, kendaraan oleng ke kanan lalu terguling. Posisi akhir kendaraan melintang menghadap ke selatan. Saat kejadian kondisi cuaca cerah dan arus lalu lintas di lokasi dalam keadaan lancar,” tambahnya.
Petugas PJR yang menerima laporan langsung menuju lokasi bersama pengelola jalan tol untuk melakukan penanganan cepat guna mencegah terjadinya kecelakaan lanjutan.
Menurut Siswanto, sejumlah langkah segera dilakukan petugas di lapangan, mulai dari pengamanan lokasi hingga koordinasi dengan Unit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto Kota.
“Petugas langsung mendatangi lokasi kejadian bersama pihak pengelola tol, melakukan pengaturan arus lalu lintas, melaksanakan TPTKP, mendokumentasikan kondisi TKP, mencari keterangan saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan Unit Laka Polres Mojokerto Kota untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Berdasarkan hasil analisis awal, penyebab kecelakaan diduga kuat akibat pecahnya ban kiri belakang kendaraan sehingga pengemudi kehilangan kendali.
Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta, belum termasuk kerusakan fasilitas jalan tol yang masih dalam proses perhitungan oleh pihak terkait.
Petugas mengimbau para pengendara, khususnya kendaraan angkutan barang, agar selalu memeriksa kondisi ban dan kelayakan kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh guna menghindari risiko kecelakaan di jalan tol. *Dsy
