Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa saat menyerahkan bantuan insentif untuk Guru PAUD secara simbolis.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menyalurkan bantuan insentif kepada 1.661 kepala sekolah dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Mojokerto.
Penyerahan insentif dilakukan langsung oleh Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum., didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, S.H., M.M., di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Selasa (21/7/2026).
Sebanyak 1.661 penerima memperoleh insentif sebesar Rp1,5 juta per orang. Nominal tersebut merupakan akumulasi bantuan selama enam bulan pertama Tahun Anggaran 2026, dengan besaran Rp250 ribu setiap bulan.
Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto yang akrab disapa Gus Barra menyampaikan bahwa pemberian insentif merupakan bentuk penghargaan sekaligus perhatian pemerintah daerah terhadap para guru PAUD yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak sejak usia dini.
“Nilainya mungkin belum sepenuhnya sesuai harapan, namun ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada para guru PAUD agar semakin bersemangat dalam menjalankan tugas mulia mendidik generasi penerus bangsa,” kata Gus Barra.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kemajuan daerah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan yang berkelanjutan.
Ia menegaskan, kebijakan pemberian insentif tersebut sejalan dengan misi kedua Catur Abhipraya Mubarok, yakni membangun sumber daya manusia yang tangguh, cerdas, terampil, produktif, dan berkarakter melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta terciptanya ketenteraman masyarakat.
Gus Barra juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memajukan dunia pendidikan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada IGTKI, HIMPAUDI, HP3, para penilik, kepala sekolah, dan seluruh guru PAUD yang selama ini menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam memajukan pendidikan anak usia dini,” ujarnya.
Selain menyalurkan insentif, Pemkab Mojokerto juga akan terus meningkatkan kompetensi para tenaga pendidik melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan kapasitas. Langkah tersebut dilakukan sebagai persiapan menghadapi tantangan pendidikan di masa depan sekaligus menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Kabupaten Mojokerto harus siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Guru-guru kita akan dibekali berbagai pelatihan dan pengembangan kompetensi. Dinas Pendidikan akan melakukan pemetaan agar peningkatan kemampuan guru dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.
Melalui dukungan insentif dan peningkatan kompetensi guru, Pemkab Mojokerto berharap kualitas layanan pendidikan anak usia dini semakin meningkat. Dengan demikian, PAUD di Kabupaten Mojokerto mampu menjadi fondasi yang kuat dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan.(Dsy)
