Kantor balai kota Malang.(Suaraharianpagi.id/Ichwan)
Malang Kota – Suaraharianpagi.id
Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang optimistis target kunjungan wisatawan pada tahun 2026 sebesar 3,4 juta orang dapat tercapai. Optimisme tersebut didukung tren peningkatan lama tinggal wisatawan serta berbagai upaya penguatan destinasi dan penyelenggaraan event wisata.
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengungkapkan bahwa salah satu pekerjaan rumah yang masih dihadapi pemerintah adalah meningkatkan durasi kunjungan, khususnya wisatawan mancanegara. Saat ini, rata-rata wisatawan asing menghabiskan waktu sekitar 1,5 hari selama berada di Kota Malang.
Menurutnya, capaian tersebut sudah menunjukkan perkembangan positif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata lama tinggal wisatawan sebelumnya hanya sekitar satu hari.
“Ini menjadi PR kita bersama sebagai ekosistem pelaku industri pariwisata. Berdasarkan laporan BPS, sekarang rata-rata lama tinggal sudah 1,5 hari. Sebelumnya masih satu hari,” ujar Baihaqi.
Ia menjelaskan, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa wisatawan kini mulai memilih menginap setidaknya satu malam di Kota Malang. Meski demikian, Disporapar terus berupaya agar masa tinggal wisatawan dapat semakin panjang sehingga berdampak pada peningkatan perputaran ekonomi daerah.
Untuk mencapai target tersebut, Disporapar mendorong peningkatan kualitas layanan seluruh pelaku industri pariwisata. Selain itu, pemerintah juga memperbanyak penyelenggaraan berbagai event yang mampu menarik minat wisatawan untuk datang sekaligus tinggal lebih lama di Kota Malang.
Tak hanya itu, pengembangan kampung wisata berbasis heritage serta destinasi-destinasi ikonik juga terus diperkuat sebagai daya tarik baru. Atraksi budaya yang disuguhkan di kawasan tersebut diharapkan mampu memperkaya pilihan aktivitas wisata bagi para pengunjung.
“Kami berupaya menghadirkan event yang bersifat tetap. Kemudian di kampung-kampung wisata ada suguhan tari dan atraksi budaya lainnya sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan kegiatan,” terangnya.
Disporapar juga menjalin kerja sama dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan biro perjalanan wisata. Baihaqi menilai peran pemandu wisata dan operator perjalanan sangat strategis dalam menentukan destinasi yang dikunjungi wisatawan selama berada di Kota Malang.
“Kerja sama dengan HPI dan biro travel mutlak harus terus dilakukan. Karena mereka yang mengatur perjalanan wisatawan, sehingga kami berharap mereka juga bisa mendorong wisatawan tinggal lebih lama di Kota Malang,” katanya.
Baihaqi menambahkan, pihaknya optimistis target kunjungan wisatawan tahun 2026 dapat terealisasi. Pasalnya, periode Oktober hingga akhir tahun biasanya menjadi puncak kunjungan wisata ke Kota Malang.
“Target kami total kunjungan wisatawan pada tahun 2026 bisa mencapai 3,4 juta orang. Sementara itu, hingga pertengahan tahun 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara telah mencapai sekitar 17 ribu orang,” pungkasnya.(Ich/adv)
