Kapolres didampingi Wakapolres dan Kasatlantas, serta Kasi Humas polres Mojokerto.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Polres Mojokerto memetakan lima isu utama dalam pengamanan arus mudik dan libur Lebaran tahun ini, yakni potensi bencana banjir dan longsor, keselamatan lalu lintas, pengamanan tempat ibadah, malam takbir, serta aktivitas silaturahmi dan wisata masyarakat.
Kapolres menegaskan, pola operasi kepolisian tahun ini dibuat berbeda dengan memberi penekanan kuat pada mitigasi bencana, khususnya di kawasan wisata pegunungan.
Salah satu langkah strategis dilakukan di wilayah Pacet. Di kawasan tersebut, Polres Mojokerto mendirikan satu pos besar yang disiagakan khusus untuk penanganan bencana dan keselamatan perjalanan.
Sekitar 60 personel ditempatkan secara siaga penuh di pos tersebut. Petugas tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga menjalankan aktivitas khusus berupa pemeriksaan kendaraan yang melintas.
Seluruh kendaraan yang melintas diperiksa, terutama pada aspek keselamatan seperti fungsi pengereman dan kondisi ban, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Dalam pelaksanaannya, kepolisian berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kerja sama dilakukan bersama stakeholder terkait serta pihak swasta untuk mendukung pemeriksaan teknis kendaraan.
Mitigasi bencana juga dilakukan bersama pengelola Tahura Raden Soerjo dan dinas terkait. Langkah ini dilakukan untuk mencegah munculnya korban jiwa serta mengantisipasi potensi titik longsor baru.
Berdasarkan informasi BMKG, fenomena El Nino diperkirakan masih berlanjut hingga pertengahan April 2026. Karena itu, patroli intensif dilakukan di titik-titik rawan longsor oleh petugas Tahura, dinas terkait, serta personel Sabhara Samapta Polres Mojokerto.
Selama tiga hari pelaksanaan operasi, petugas menemukan sejumlah titik rawan. Empat lokasi telah diidentifikasi dan dilakukan monitoring intensif.
Sejauh ini, kondisi dinyatakan aman tanpa adanya potensi pengendapan air yang berisiko memicu longsor. Evaluasi tersebut dilakukan dengan belajar dari kejadian tahun sebelumnya, ketika endapan air bercampur sampah menimbulkan tekanan besar hingga memicu pergeseran tanah dan menutup akses jalan.
Selain mitigasi bencana, kepolisian juga memantau keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Berdasarkan data Traffic Counting Satlantas, puncak arus kendaraan terjadi pada Sabtu lalu dengan sekitar 14.500 kendaraan tercatat masuk dan keluar melalui gerbang tol.
Penghitungan dilakukan melalui metode sampling di pintu masuk dan keluar tol wilayah Mojokerto.
Sementara itu, okupansi hotel juga menjadi indikator pergerakan wisata. Dari 69 hotel yang ada di Mojokerto, tingkat hunian tertinggi tercatat sekitar 22 persen, sedangkan pada hari biasa hanya sekitar 10 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa tiga hari pertama masa libur masih didominasi aktivitas mudik. Pergerakan wisatawan antardaerah dinilai belum signifikan karena sebagian besar perjalanan lintas provinsi menggunakan jalur tol yang berada di wilayah hukum kepolisian lain.
Dalam Operasi Ketupat tahun ini, sebanyak 150 personel dilibatkan secara khusus. Kekuatan tersebut diperkuat oleh enam polsek di jalur utama serta dua polsek kawasan wisata, yakni Pacet dan Trawas.
Jika digabungkan dengan dukungan instansi luar, total kekuatan pengamanan diperkirakan mendekati 400 personel.
Polres Mojokerto berperan sebagai pusat kendali koordinasi. Salah satu pos pengamanan yang menjadi andalan adalah pos terpadu dengan fasilitas lebih lengkap dibanding tahun sebelumnya.
Pos tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat monitoring, tetapi juga dapat menjadi pusat kendali operasi lapangan.
Secara keseluruhan, terdapat tiga pos pengamanan dan pelayanan yang masing-masing memiliki karakteristik tugas berbeda. Setiap pos diisi rata-rata lebih dari 30 personel dengan target dan cara bertindak yang disesuaikan kondisi wilayah.
Pos yang menjadi lokasi penyampaian keterangan pers difokuskan pada pengendalian keselamatan lalu lintas. Sementara dua pos lainnya lebih menitikberatkan pada penanganan bencana dan aktivitas pariwisata.
Pengaturan bobot pengamanan bersifat situasional, terutama saat puncak arus libur setelah Hari Raya Idulfitri.
Kepolisian juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan. Sejumlah ruas jalan dilaporkan bergelombang dan minim penerangan.
Temuan tersebut telah dibahas dalam forum komunikasi dan rapat koordinasi lintas instansi, termasuk laporan video kondisi jalan di wilayah Mojosari dan Ngoro.
Kawasan Ngoro menjadi perhatian karena aktivitas industri di Ngoro Industrial Park diperkirakan tetap berjalan meski ada kebijakan work from home. Industri padat karya dinilai tetap memberangkatkan karyawan sehingga lalu lintas diprediksi tetap padat.
Sejumlah titik jalan bergelombang dan lampu penerangan jalan umum yang bermasalah telah diinventarisasi. Pemerintah daerah disebut telah melakukan penanganan paralel terhadap persoalan tersebut.
Kepolisian mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur bergelombang di ruas Trowulan hingga Simpang Lima Kenanten serta jalur menuju Ngoro.
Potensi kemacetan juga dipetakan pada ruas jalan dengan jaringan terbatas, terutama kawasan wisata Trawas dan Pacet yang tergolong wilayah rawan kepadatan tinggi.
Kepolisian berharap tidak terjadi kemacetan total selama masa libur. Target utama adalah memastikan arus tetap bergerak meski dalam kondisi padat.
Secara keseluruhan, kesiapan Operasi Ketupat disebut telah matang. Seluruh konsep pengamanan telah disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, termasuk rekayasa lalu lintas dan pembatasan kendaraan tertentu yang mulai diberlakukan sejak 13 Maret lalu.(Dsy)
Tag:
#polresmojokerto #kapolresmojokerto #kasatlantaspolresmojokerto #siehumaspolresmojokerto #kasatreskrimpolresmojokerto #pospamkenanten #arusmudiklebaran
