Kegiatan reses bersama warga kecamatan Kranggan. (suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Ketua DPRD Kota Mojokerto, Ery Purwanti, menggelar kegiatan serap aspirasi masyarakat (reses) bersama puluhan warga dari Kelurahan Miji dan Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Minggu (15/3). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto.
Reses ini merupakan kegiatan pertama pada masa persidangan I DPRD Kota Mojokerto. Dalam kesempatan tersebut, Ery Purwanti berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang nantinya akan menjadi bahan dalam perencanaan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Ery Purwanti menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dihimpun dan dimasukkan ke dalam pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD. Selanjutnya, usulan tersebut akan diperjuangkan agar dapat masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Semua aspirasi yang disampaikan warga ini akan kami tampung untuk dimasukkan dalam Pokir DPRD. Rencananya akan diusulkan dalam perencanaan pembangunan tahun 2027 dan diharapkan dapat direalisasikan pada tahun 2028,” jelasnya.
Menurut Ery, kegiatan reses menjadi momentum penting bagi anggota legislatif untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat di tingkat bawah. Hal tersebut menjadi dasar bagi DPRD dalam memperjuangkan program pembangunan yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.
“Pada prinsipnya aspirasi masyarakat adalah prioritas bagi kami di DPRD. Karena yang disampaikan warga ini merupakan kebutuhan nyata di lingkungan mereka dan tentu menjadi tanggung jawab kami untuk memperjuangkannya,” ujarnya.
Dalam dialog yang berlangsung interaktif tersebut, sejumlah warga menyampaikan berbagai usulan, mulai dari kebutuhan fasilitas sosial hingga pembangunan infrastruktur di lingkungan mereka.
Salah satu aspirasi yang mengemuka adalah kebutuhan sarana rukun kematian bagi warga. Menurut warga, fasilitas tersebut sangat diperlukan untuk menunjang pelayanan sosial ketika ada warga yang meninggal dunia.
Menanggapi hal itu, Ery Purwanti menyatakan bahwa kebutuhan sarana rukun kematian merupakan hal yang penting karena berkaitan langsung dengan pelayanan kemasyarakatan.
“Permintaan terkait rukun kematian ini sangat penting karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Jika fasilitasnya tidak tersedia tentu akan menyulitkan warga ketika harus mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman,” jelasnya.
Selain itu, warga juga menyampaikan keluhan terkait kondisi plengsengan atau penahan tanah di sekitar aliran Sungai Sadar yang dinilai rawan longsor dan berpotensi membahayakan warga yang tinggal di sekitarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ery mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), agar persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti.
“Nanti kami akan meminta Dinas PUPR untuk berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) supaya pembangunan plengsengan di Sungai Sadar ini bisa segera direalisasikan. Jika terjadi longsor tentu sangat berbahaya bagi warga,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya langkah antisipasi terhadap potensi bencana banjir di wilayah Kota Mojokerto. Pasalnya, kota ini pernah mengalami peristiwa banjir lumpur pada tahun 2004 yang cukup berdampak bagi masyarakat.
“Kita tentu tidak ingin kejadian banjir seperti yang pernah terjadi dulu terulang kembali. Karena itu, berbagai upaya pencegahan harus mulai dipersiapkan sejak sekarang,” pungkasnya.
Melalui kegiatan reses tersebut, diharapkan berbagai aspirasi masyarakat dapat terserap secara maksimal sehingga pembangunan di Kota Mojokerto dapat berjalan lebih merata, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. *adv/ds
Tag :
#ketuadprdkotamojokerto #dprdkotamojokerto #dpcpdipkotamojokerto
