Ning Ita sosialisasi program budaya RT berseri di kelurahan. (suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui program Budaya RT Berseri. Program ini tidak sekadar lomba kebersihan lingkungan, melainkan gerakan bersama di tingkat rukun tetangga (RT) untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bahkan turun langsung memberikan sosialisasi program tersebut di sejumlah kelurahan. Pada Rabu (11/3), wali kota bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan sosialisasi di Kelurahan Meri, Mentikan, dan Kedundung.
Program Budaya RT Berseri dirancang sebagai upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam mengelola lingkungan dari lingkup terkecil, yakni RT. Dalam program ini, keterlibatan warga menjadi kunci utama keberhasilan, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, melakukan penghijauan, hingga mengelola sampah secara mandiri di kawasan permukiman.
“Ini bukan lomba kebersihan lingkungan. Budaya RT Berseri kami rancang sebagai gerakan perubahan perilaku masyarakat agar kebiasaan menjaga kebersihan, menanam tanaman, hingga memilah sampah dapat dilakukan secara terus-menerus dan akhirnya menjadi budaya di lingkungan RT,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita.
Dalam pelaksanaannya, seluruh RT di Kota Mojokerto dilibatkan sebagai peserta. Setiap RT diminta melakukan pengisian data melalui aplikasi Gayatri RT Berseri dengan melampirkan bukti kegiatan yang dilakukan di lingkungan masing-masing.
Penilaian program ini melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPERAKIM), serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
Adapun indikator penilaian cukup beragam. Dari sisi lingkungan hidup, aspek yang dinilai meliputi penataan jalan atau gang, penghijauan lingkungan, pembuatan lubang resapan biopori, konservasi air, pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga, hingga kebersihan lingkungan dan kegiatan kerja bakti warga.
Selain itu, aspek kesehatan juga menjadi bagian penting dalam penilaian. Di antaranya ketersediaan sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS) di rumah warga, angka bebas jentik nyamuk, serta pemantauan kasus demam berdarah di lingkungan tersebut.
Sementara dari sektor ketahanan pangan dan infrastruktur lingkungan, indikator penilaian mencakup pemanfaatan lahan pekarangan rumah, partisipasi warga dalam bercocok tanam, ketersediaan sarana sanitasi, akses air bersih dan air minum, serta kondisi drainase lingkungan.
Menurut Ning Ita, program Budaya RT Berseri juga selaras dengan program nasional Indonesia Asri (Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Budaya RT Berseri yang kita jalankan di Kota Mojokerto sangat relevan dengan program nasional Indonesia Asri, khususnya pada aspek sehat, resik, dan indah. Artinya, gerakan yang kita lakukan di tingkat RT ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program nasional,” jelasnya.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto menargetkan semakin kuatnya peran masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus mendorong terciptanya pembangunan kota yang berkelanjutan. *ds
Tag :
#walikotamojokerto #wakilwalikotamojokerto #sekdakotaamojokerto #humaskotamojokerto #kominfokotamojokerto #kelurahanmentikankotamojokerto #kelurahankedundungkotamojokerto #kelurahanmerikotamojokerto
